Dinas Perindustrian Minut Gelar Pelatihan IKM di Desa Tontalete Rok-rok

oleh
SEMANGAT: Kepala Dinas Perindustrian Royke Kodoati, Camat Kema Alfrets Pusunglaa, Kumtua Serfie Hernie Pelengkahu, saat pembukaan pelatihan IKM di Desa Tontalete Rok-rok, Rabu (28/2) kemarin.

MINUT– Mengembangkan potensi yang ada disuatu daerah lewatIndustri Kecil Menengah (IKM) menjadi salah satu terobosan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Rabu (28/2/2018) kemarin, bertempat di Desa Tontalete Rok-rok, Kecamatan Kema, Minahasa Utara (Minut) Dinas Perindustrian Minut menggelar pelatihan pembuatan arang tampurung, bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) non formal. Hal ini dilakukan karena Desa Tontalete Rok-rok kaya akan tanaman kelapa. Disamping itu juga,oleh pemerintah pusat, direncanakan di desa ini akan dijadikan sentra industri arang tampurung.

Kepala Dinas Perindustrian Minut Royke Kodoati saat membuka pelatihan tersebut mengatakan, saat ini pihaknya menggenjot pengembangan IKM dengan melihat potensi sebuah daerah.

“Program ini menunjang visi misi Bupati dan Wabup Minut dalam mewujudkan agrobisnis dan industri,” kata Kodoati.

Lanjutnya, kegiatan ini dilaksanakan hingga 1 Maret. Sedangkan untuk sentra industri, Pemkab Minut sudah menyiapkan lahan seluas 1 hektare di Desa Tontalete Rok-rok untuk dijadikan lokasi produksi arang tampurung.

Baca juga:   Konsisten Lawan Wabah Covid-19, VAP Bagikan Masker, Hand Sanitiser dan Uang Tunai di Pasar Airmadidi

“Sekarang kami membuat fondasinya dulu, sehingga ketika ada program yang turun, masyarakat disini sudah memiliki kemampuan dasar dalam memproduksi arang tampurung,” tambah Sekretaris Dinas Usman.

Sementara itu, Camat Kema Alpret Pusungulaa yang turut hadir mengapresiasi pelatihan tersebut.

“Pohon kelapa sangat banyak manfaat dan kedepan prospek industri pengolahan kelapa akan sangat baik,” ujarnya.

Terpisah, Hukum Tua (Kumtua) Desa Tontalete Rok-rok Serfie Hernie Pelengkahu mengungkapkan sangat bersyukur karena Desa Tontalete Rok-rok dipilih untuk dijadikan sentra industri. “Perangkat desa dan masyarakat sangat senang. Karena ini bisa menambah lapangan kerja, dan meningkatkan perekonomian di desa,” tukasnya.

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *