Lagi, BBPOM Manado Temukan Dua Mie Basah Positif Boraks

oleh
Barang bukti mie mengandung boraks ditunjukkan tim BBPOM Manado. Bersama juga bahan berbahaya boraks (plastik putih) yang disita saat Sidak periode Februari 2018.

MANADO-Inspeksi mendadak (Sidak) terhadap sampel bahan makanan berupa mie basah, kembali dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Manado pada periode Februari 2018. Dari 48 sampel, dua mie basah positif mengandung boraks.

Diterangkan Kepala Balai Besar POM (BBPOM) di Manado Dra Rustyawati Apt MKes Epid, dua sampel tersebut yaitu, Mie Basah Refly yang ditemukan di Pasar Bersehati dan mie basah yang ada di Rumah Makan Bintang Wayang.

“Selain dua sampel mie basah total 10 kilogram ini, turut juga diamankan boraks sekira 7 kilogram,” ujar Rustyawati, di sela konferensi pers di Kantor BBPOM di Manado, Kamis (22/2/2018).

Lanjutnya, mie mengandung boraks yang masih ditemukan di sarana produksi telah diambil tindakan pengamanan dan penyitaan. Kemudian segera diambil langkah-langkah hukum sesuai diatur dalam UU 18/2012 tentang Pangan, dan UU 36/2009 tentang Kesehatan.

(Dari kiri) Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Manado Ronny Suoth, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut Hanny Wajong, Kepala BBPOM Manado Rustyawati, dan AKBP Agus Pelealu dari Ditresnarkoba Polda Sulut, saat press conference di Kantor BBPOM di Manado, Kamis (22/2/2018).
(Dari kiri) Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Manado Ronny Suoth, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut Hanny Wajong, Kepala BBPOM Manado Rustyawati, dan AKBP Agus Pelealu dari Ditresnarkoba Polda Sulut, saat press conference di Kantor BBPOM di Manado, Kamis (22/2/2018).

“Tentunya kami berkoordinasi dengan Disperindag, Dinkes, dan Polda Sulut,” sebut Rustyawati.

Selain itu, dia mengakui, hasil pengawasan periode Januari 2018 terhadap produk mie basah di Manado, ditemukan peningkatan kandungan boraks hingga mencapai 90 persen.

Baca juga:   Pelayanan KB Termasuk Manfaat Program JKN, BKKBN Sulut Sinkronisasi Pemetaan Faskes

“Kami sudah melaporkan kepada Gubernur Sulut dan berkoordinasi dengan OPD terkait. Kemudian meminta produsen mie basah untuk berkomitmen tidak menambah lagi boraks dalam mie basah yang diproduksinya,” ujarnya.

Dikatakan Rustyawati, BBPOM di Manado juga telah bekerja sama dengan PD Pasar Kota Manado untuk meminta pedagang pasar supaya tidak menjual mie basah mengandung boraks. “Kami pun telah melakukan pemeriksaan kembali ke sarana produksi dan distribusi, untuk memastikan komitmen telah dijalankan dan mengambil tindakan yang diperlukan sesuai peraturan,” pungkasnya.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *