Ditemani Dandim 1310/Bitung, Kapolres Minut Kunjungi Desa Maen

oleh
, Kapolres AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH bersama Dandim 1310 Bitung Letkol Infanteri Deden Handayana SE datang mengunjungi Desa Maen Kecamatan Likupang Timur.

MINUT– Untuk mengecek dan menjaga stabilitas Kantibmas di Desa Maen, Kapolres AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH bersama Dandim 1310 Bitung Letkol Infanteri Deden Handayana SE datang mengunjungi Desa Maen Kecamatan Likupang Timur pada Rabu (14/02/2018).

“Sebagai penanggungjawab Kantibmas di Kabupaten Minahasa Utara, kami perwakilan Forkopimda dan Bupati Minut Vonnie Anneke, berkunjung ke Desa Maen Likupang Timur untuk memastikan bahwa warga kami yang ada di desa Maen ini dalam keadaan sehat walafiat, dalam keadaan tentram, dalam keadaan damai dan semua dapat beraktifitas, tidak ada permasalahan berarti yang menyita pikiran, yang menyita tenaga dari pada saudara saudara kita semua yang ada di desa Maen ini,” tukas Kapolres Pattiwael kepada awak media usai berkeliling Desa Maen untuk memastikan keamanan kamtibmas.

Kapolres AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH saat mengunjungi salah satu rumah warga.
Kapolres AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH saat mengunjungi salah satu rumah warga.

Menurut Kapolres, dirinya bersama Dandim telah melakukan pertemuan dengan Imam Masjid Ar Ridwan yakni Mahyudin Abasi dengan mantan Imam Tengku Muslim Blongkod untuk memastikan bahwa isu adanya paham radikal di Desa Maen itu tidaklah benar. Yang terjadi adalah hanya masalah pemilihan Imam Masjid Ar Rahman, dimana kubu mantan Imam Tengku H Blongkod tidak menerima atas kekalahan dari Imam terpilih yakni Mahyudin. Tapi itu semua sudah diselesaikan di Kantor Camat oleh unsur Tripika Kecamatan Liktim dan sudah dibuatkan surat damai.

Baca juga:   Paripurna LKPJ Tahun 2015 Digelar

“Dengan adanya isu-isu yang berkembang dalam beberapa hari terakhir ini, tentunya menyebabkan keresahasan. Bukan saja meresahkan warga Minut, akan tetapi juga meresahkan warga Sulawesi Utara pada umumnya. Jadi bukan hanya warga kampung dan desa Maen saja yang mungkin terganggu atau tidak nyaman, tetapi tempat lain juga merasakan seperti itu. Permasalahan isu-isu radikalisme itu, kita buang jauh-jauh untuk tidak menerima isu-isu tersebut,” jelas Pattiwael.

Lanjut Kapolres, kita memiliki tanggung jawab, apabila ada ajaran-ajaran seperti itu yang tidak sesuai dengan ajaran-ajaran secara umum yang diajarkan oleh agama kita masing masing, tolong itu juga kita berusaha untuk melarang, menolak dan dapat menginformasikan ke pihak berwajib secepatnya.

Dandim 1310 Bitung Letkol Infanteri Deden Handayana SE saat berbincang dengan warga.
Dandim 1310 Bitung Letkol Infanteri Deden Handayana SE saat berbincang dengan warga.

“Buanglah jauh-jauh rasa dengki, cemburu, rasa tidak senang, agar tak mengganggu pikiran kita. Dan Imam pun yang menjadi pemimpin umat harus bisa memberikan kesejukan kepada warga masyarakat sini khususnya saudara-saudara kita yang beragama muslim untuk mereka bisa hidup rukun, tenteram dan damai sesuai Ikon Sulawesi Utara, Torang Semua Basudara, Sitou Timou Tumou Tou”, ujar Kapolres memberikan pencerahan kepada masyarakat warga Desa Maen yang antusias.

Sementara itu, Dandim 1310 Bitung Letkol Infanteri Deden Hendayana SE yang turut bersama-sama dengan Kapolres mengatakan, kedatangan perwakilan Forkopimda ke Desa Maen adalah untuk menenangkan warga.

Foto bersama dengan warga Desa Maen.
Foto bersama dengan warga Desa Maen.

“Kami menjamin keamanan, kenyamanan dan ketentraman masyarakat warga desa Maen terkait isu radikalisme yang tidak benar adanya. Sejauh ini permasalahan itu takvpernah terjadi!”, tegas Deden Hendayana didampingi Kapolres AKBP Alfaris Pattiwael.

Kunjungan di desa Maen diikuti juga oleh Kasat Reskrim AKP Ronny Maridjan, Kasat Binmas Polres Minut AKP Johan Kalempouw, Kasat Intelkam Iptu Boy Rawung SIK, Kapolsek Likupang Iptu Hendrik Rantung, Kasubag Humas AKP Hilman Muthalib SH, KBO Intelkam Iptu R Mawuntu, anggota TNI dari Kodim 1310-06 Bitung, anggota Koramil Likupang dan dihadiri oleh tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, staf Kecamatan Liktim, Sekdes Maen, jamaah masjid Ar Rahman dan masyarakat Desa Maen.

Baca juga:   MMP Koleksi 30 Pekerja Asing Tanpa Ijin

(redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *