Bawaslu Sulut Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA

oleh
Bawaslu beserta para peserta Deklarasi berfoto bersama.

MANADO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengajak segenap komponen Deklarasikan tolak dan lawan politik uang dan Politisasi SARA. Kegiatan ini digelar, Rabu (14/2/2018) pagi.
Hadir pula perwakilan dari 16 Parpol calon peserta Pemilu 2019. Komisioner KPU dan jajaran stake holder di Sulut.

Dalam sambutannya Kepala Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda mengajak semua komponen menciptakan pelaksanaan Pemilukada yang aman. Terkait telah di tetapkannya pasangan calon peserta Pemilukada serentak 2018.

“Yang harus kita waspadai yaitu politik uang karena paling rawan atau sensitif dengan persoalan uang,” jelas Malonda.

Lebih lanjut terkait Isu SARA Herwyn Malonda menegaskan harus bekerja sama jangan ada berpihak pilih kasih suku sukuan atau berpihak antar agama kita harus pertahankan kerukunan ini dan sudah di depan mata kita pemilihan maka dari itu jangan ada pelanggaran sedikit pun dalam berkampanye.

Dalam kesempatan yang sama Ketua KPUD Sulut, Yessy Momongan menjelaskan KPU di 6 kab/kota sudah di tetapkan nomor urut dan hari ini kami sudah menyurat ke pusat bahwa kami sudah rapat di 6 kabupaten yang di adakan pemilihan, untuk politik uang dan isu SARA kalau memang ada berarti politik ini tidak berkualitas.

Baca juga:   Jokowi: Kapal Sebesar Indonesia Perlu Nahkoda Berpengalaman

“Di larang untuk berdemokrasi untuk masalah politik uang dan politisasi SARA kalau memang ada kami akan tindak lanjuti dan kami akan gugurkan,” tegas Momongan.

Hal ini juga disepakati oleh masing masing perwakilan Parpol yang memenuhi syarat sebagai calon peserta Pemilu 2019.

Dalam kegiatan deklarasi ini juga di hadiri Asisten I Pemprov Sulut, Edison Humiang serta perwakilan Pengadilan Tinggi Sulut, Kodam XIII/Merdeka, Korem 131/Stg, Lantamal VIII/Manado dan Lanud Sri Manado.

(Ferdian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *