Letkol Inf Elvino Yudha Kurniawan Dapat Pelukan Hangat Keluarga Tercinta

oleh
Danyonif Raider 712/Wiratama Letkol Inf Elvino Yudha Kurniawan (kiri) bersama istri dan anaknya.

MANADO- Rabu (24/1/2018) menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh istri, anak, maupun sanak saudara dari personel Yonif Raider 712/Wiratama Korem 131/Santiago Kodam XIII/Merdeka. Karena hari tersebut merupakan waktu purna tugas bagi 350 personel, yang termasuk dalam satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia (RI) dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL)._

Momen ini juga dinantikan oleh istri dan anak tercinta dari Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 712/Wiratama Letkol Inf Elvino Yudha Kurniawan. Saat persiapan upacara, Letkol Elvino langsung mendapat pelukan hangat dari istri dan Timothy, anaknya, yang saat itu mengenakan seragam layaknya prajurit TNI-AD.

Rasa bangga terpancar dari wajah istri dan anak dari Letkol Elvino. Apalagi masyarakat Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, menganugerahinya gelar Ama Nai (Raja).

Bupati Belu Willybrodus Lay (kanan) menyerahkan piala usai mengenakan tanda sebagai Ama Nai (Raja) kepada Danyonif Raider 712/Wiratama.
Bupati Belu Willybrodus Lay (kanan) menyerahkan piala usai mengenakan tanda sebagai Ama Nai (Raja) kepada Danyonif Raider 712/Wiratama.

Dikisahkan Elvino yang adalah Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 712/Wiratama, dirinya mendapat gelar Ama Nai setelah dinobatkan oleh Bupati Belu Willybrodus Lay. Penghargaan diberikan di Mako Satgas Sesekoe, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Timor Barat, Rabu (17/1/2018) silam.

Baca juga:   Masjid Al-Ikhlas Desa Pangea Direhab Satgas TMMD 102

Menurut masyarakat setempat, kata Elvino, penghargaan tersebut diberikan karena Satgas Pamtas RI-RDTL dari Yonif Raider 712/Wiratama, selama bertugas sudah mengabdi dan melayani masyarakat Belu dengan hati dan keikhlasan sebagai prajurit.

“Kami merasa terharu dengan masyarakat yang sudah begitu dekat dengan Satgas ini. Dan kami sudah merasa jadi bagian dari masyarakat Belu,” ujarnya.

Diterangkan Elvino, penobatan gelar Ama Nai adalah yang pertama. “Terima kasih kepada masyarakat dan Bupati Belu,” tuturnya. Tanda sebagai Ama Nai adalah dengan mengenakan kain tenun ikat (adat).

Diakui Danyonif Raider yang sudah menjabat sejak 19 Agustus 2016 ini, selama sembilan bulan bertugas di perbatasan, personel Satgas mengadakan sejumlah kegiatan kemanusiaan. Berupa 20 kali bakti sosial yang dibagi 2-3 kali setiap bulan.

Selain itu, tugas teritorial seperti membantu Pemda dan Polres Belu. Termasuk membantu Pemda setempat memecahkan rekor dunia Tarian Likurai menampilkan 6.000 peserta.

Baca juga:   Lantamal VIII Ambil Hikmah Heroisme Pahlawan

Menyemarakkan perayaan menyambut Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Satgas menghadirkan sosok sinterklas sambil membagikan hadiah kepada anak-anak. “Slogan kami yaitu melayani dengan hati,” imbuhnya.

Personel Satgas juga berhasil melakukan pendekatan terhadap sejumlah warga di sana. Sehingga mereka secara sukarela menyerahkan senjata apinya.

“Sebanyak 182 pucuk senjata api dikumpulkan dan sudah dimusnahkan,” pungkas Danyonif Raider 712/Wiratama ini dengan ramah.

(Harry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *