Pakura Milik Korban Ditemukan, Jotri Mandiangan, Masih Dalam Pencarian

oleh
Perahu jenis Pakura milik korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi Tim Lanal Tahuna.

TAHUNA -Keberadaan nelayan Sangihe asal Kelurahan Kolongan Akengbawi Kecamatan Tahuna Barat Jotri Mandiangan (30) yang dikabarkan hilang sejak Sabtu (13/1/2018) ketika melaut, mulai menemukan titik terang. Pasalnya Minggu (14/1/2018), Tim Lanal Tahuna bersama keluarga korban menemukan perahu milik korban di seputaran rumpon 02 milik nelayan Ano di seputaran perairan Sangihe.

Menurut informasi yang berhasil dirangkum dari Tim Pencari Lanal Tahuna menyebutkan, perahu jenis Pakura yang ditemukan saksi Farid Sahabat dalam keadaan terbalik dan dibagian lunas perahu terdapat lubang yang diduga membuat Pakura tersebut tenggelam.

“Meski baru menemukan Pakura milik korban sudah dalam keadaan terbalik, kami tetap akan melakukan pencaharian dan berharap korban masih bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Danlanal Tahuna melalui Palaksa Lanal Tahuna Letkol laut (KH) Sutarto Wilson SH MH sambil menyatakan Pakura milik korban berhasil dievakuasi.

Seperti diketahui, Minggu 14 Januari 2018, sekira pukul 09.50 WITA, bertempat di Mako Lanal Tahuna menerima laporan dari keluarga Boy Kaontole dan  Ratna Dalope, bahwa menantunya atas nama Jotri Mandiangan 30 Tahun, pergi memancing sejak tanggal 13 Januari 2018, sampai saat ini belum kembali.

Korban Jotri Mandiangan.
Korban Jotri Mandiangan.

Kronologis peristiwa naas yang di sampaikan oleh pihak keluarga korban berangkat melaut pukul 07.00 Wita pada tanggal 13 Januari 2018, berangkat dari pesisir Pantai Kolongan Akembawi.

Baca juga:   Demokrat Sangihe Rapatkan Barisan Siap Menangkan Pemilu 2019

Sekira pukul 12.05 Wita, saksi Epang Langit (Nelayan) memancing dan bertemu dengan korban Jotri Mandiangan dan sempat berkomunikasi, dan sempat diajak oleh Epang pulang karena sudah siang. Namun korban menyampaikan kepada  Epang bahwa akan melanjutkan memancing menuju Rumpon 3 yang jaraknya kurang lebih 12 mil dari daratan.

Hingga tanggal 14 Januari 2018, keluarga korban resah karena semenjak tanggal 13 Januari 2018, pukul 07.00 Wita sampai saat ini belum tiba/pulang kerumah, dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Maupun Lanal Tahuna.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *