DPKP Manado Lindungi Nelayan Manado Dengan Asuransi

oleh
Ir Nolfie Djoike Talumewo.

MANADO– Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya untuk menjalankan Undang-Undang Republik Indoneisa Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam. Hal itu diwujudkan melalui program Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN), sebagai salah satu program prioritas KKP yang juga sejalan dengan Nawacita nomor lima yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Manado, Ir. Nolfie Talumewo mengungkapkan bahwa di tahun 2018 ini pihaknya akan menargetkan sebanyak 6.912 orang nelayan setempat terlindungi asuransi khusus.

“Kami memang menargetkan agar seluruh nelayan di Manado, terlindungi dengan asuransi khusus nelayan sesuai dengan program pemerintah,” kata Talumewo, kepada sulutaktual.com, Selasa (9/1/2018).

Menurutnya, asuransi khusus untuk nelayan berasal dari PT Jasindo. Asuransi itu sangat bermanfaat bagi nelayan, jika terjadi sesuatu baik itu sakit, kecelakaan atau bahkan meninggal dunia.

Baca juga:   GenRe Fellowship Bangun Jalinan Persahabatan Remaja se-Sulut

“Di tahun 2017 lalu, jumlah nelayan yang sudah terlindungi asuransi di Manado berjumlah 318 orang dari 6.912 nelayan yang tercatat ada di Kota Manado.Dan di tahun 2018 ini, kami akan berusaha untuk mengikutsertakan seluruh nelayan yang ada di Kota Manado,” tukasnya.

Sementara, Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan DKPP Manado, Billy Watuseke, mengatakan, syarat untuk ikut asuransi nelayan di Manado sangat mudah, diantaranya harus memiliki KTP Manado, kemudian harus yang pekerjaannya nelayan.

“Pekerjaan nelayan itu harus tercantum di E-KTP yang bersangkutan, lalu mendaftar sebagai peserta asuransi dengan premi Rp140 ribu tiap bulannya,” kata Watuseke.

Dilanjutkannya, batas umur bagi yang mau mengikuti asuransi nelayan adalah maksimal 45 tahun, dimana yang ikut akan mendapatkan perlindungan asuransi dari PT Jasindo yakni, bagi nelayan yang mengalami cacat tetap ketika melaut mendapatkan sebesar Rp100 juta, meninggal dunia di laut Rp200 juta dan meninggal di daratan Rp170 juta per nelayan.

Baca juga:   LKPJ Walikota Manado Tahun 2016 Disetujui Dekot

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *