Polres Minut Musnahkan Ribuan Botol Miras Berbagai Jenis

oleh
Pemusnahan barang bukti minuman keras hasil operasi Polres Minut.

MINUT — Dalam rangka pelaksanaan Operasi kepolisian yang terpusat “Lilin” tahun 2017 serta menyambut Natal  2017 dan Tahun Baru 2018, Polres Minahasa Utara (Minut) musnahkan Barang Bukti (Babub) Minuman keras (Miras), Kamis (21/12/2017), di Mapolres Minut.

Pemusnahan Barang bukti (Babuk) Miras ini diikuti langsung oleh Bupati Minut Vonnie A Panambunan yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Ir Jemmy Kuhu dan Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael serta perwira dan anggota Polres Minut.

Dalam pemusnahan babuk tersebut, sebanyak 1427 liter miras jenis Captikus dan 1334 Miras berbagai jenis lainnya turut dimusnahkan.

Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu usai mengikuti pemusnahan Babuk miras tersebut memberikan apresiasi kepada Kapolres Minut.

“Ini merupakan salah satu wujud nyata yang ditunjukkan jajaran Polres Minut, dimana memang serius melaksanakan operasi. Terbukti sekarang ini telah melaksanakan pemusnahan ribuan botol Babuk Miras berbagai jenis,” ucap Kuhu.

Lanjut Kuhu, Pemerintah Kabupaten Minut mendukung terobosan jajaran Polres Minut untuk mengamankan Wilayah Minut dari kejahatan.

Baca juga:   Pencurian Di Toko Robby, Polsek Ratahan Olah TKP

“Memang dari jauh jauh hari Jajaran Pemerintah Kabupaten Minut sudah melaksanakan rapat bersama dalam menghadapi hari Natal dan Tahun Baru untuk mencegah terjadinya kejahatan. Semoga dengan pemusnahan berbagai jenis babuk miras ini, masyarakat bisa sadar, Karena pemicu kejahatan salah satunya adalah mengonsumsi  miras,” terang Kuhu.

Sementara itu, Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael didampingi Wakapolres Kompol Dewa Palguna, Kabag Ops Kompol Farly Rewur dan Kasat Narkoba AKP AKP Noldi Harimu, SPd menjelaskan,  pemusnahan ini merupakan salah satu tugas polri dan penegakan hukum agar masyarakat dapat melihat dan sadar bahwa barang barang ini tidak menguntungkan.

“Ini juga sebagai bentuk untuk menekan angka kriminalitas di Minut dari penggunaan miras yang memiliki efek domino implikasi negatif terjadinya tindak kriminalitas khususnya konvensional penganiayaan,” ucap Pattiwael.

(Marvil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *