Tonaas Nusantara: LMI Komitmen Jaga NKRI

oleh
Tonaas Nusantara LMI (AP Farry A Malonda) Wakapolda Sulut (Brigjen Pol Johni Asadoma) dan Tonaas Wangko LMI (Hanny Pantouw, S.Th)

MANADO – Minggu (17/12/2017) malam, Laskar Manguni Indonesia (LMI) merayakan HUT ke 2 yang dihadiri ratusan angggota LMI yang datang tak hanya dari Sulut. Bahkan hadir dari beberapa daerah lain seperti DPW Kaltim, DPD Makassar dan daerah lainya.

Tonaas Nusantara, Aji Pangeran (AP) Farry Alan Malonda yang juga koordinator LMI Nasional dan Internasional ini mengungkapkan kelahiran LMI pada tgl 17 Desember setelah adanya legitimasi secara nasional sesuai izin yang diperoleh dari Menkumham RI.

“Kami hadir karena tuntutan zaman disaat negara kita diliputi oleh banyak masalah, keretakan dalam bingkai NKRI, Pancasila dan UUD 1945 banyak gangguan. Maka kami ingin berperan serta dalam memperbaiki bersama sama dengan pemerintah dalam hal ini TNI-Polri. Jadi NKRI harga mati itu bukan sekedar slogan, bahkan LMI berkomitmen mati matian menjaga NKRI,” ungkapnya.

Selain itu diakuinya, LMI merupakan ormas adat terbesar di Indonesia dan menginjak usia ke 2 nya ini kepengurusan LMI sudah ada di 18 Provinsi dan 78 Kab/Kota di Indonesia bahkan ada 3 di Negara bagian Amerika serikat, 3 di negara bagian Belanda dan sebentar lagi akan berdiri di Jepang.

Tonaas Detasemen Wirabudaya (Tevri Ngantung) bersama jajaran Pengurus.
Tonaas Detasemen Wirabudaya (Tevri Ngantung) bersama jajaran Pengurus.

Menurutnya, bicara NKRI harga mati tidak perlu lagi ada yang bicara mayoritas atau minoritas, kita semua sama bangsa Indonesia. Bahkan dalam setiap daerah LMI selalu mengedepankan kearifan lokal sebagai wujud menjaga kebersamaan dan melestarikan adar budaya di setiap daerah.

Baca juga:   Pohon Natal Dari Bahan Daur Ulang Bisa Ditemui di Dinas LH Manado

Oleh karena itu tidak heran dalam keseriusan menjaga budaya maka LMI telah membentuk Detasemen Pelindung Cagar Budaya yang diberi nama Den Wirabudaya (Denwa)

Untuk saat ini Denwa dipimpin oleh Tonaas Kelung Tevri R Ngantung yang telah berkomitmen melindungi setiap hal yang terkait dengan Budaya. Dan sudah mengawalinya di daerah Sulut, namun ke depan akan ke seluruh Indonesia.

“Kami sudah berkomitmen dan akan melakukan kegiatan pelindungan cagar budaya ini secara serius, karena budaya itu bagaikan orangtua kita,” pungkas Tevri.

(Ferdian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *