Inspektur Upacara Bela Negara. Gaghana: Bangun Kekuatan Dengan Kebersamaan Dalam Gotong Royong

oleh
Bupati Jabes E Gaghana SE ME ketika menjadi Inspektur Upacara Bela Negara.

TAHUNA -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe menggelar upacara peringatan hari bela negara ke-69 dan hari nusantara di Lapangan Gelora Santiago, Senin (18/12/2017).

Bupati Kepulauan Sangihe Jabes E Gaghana SE ME mengatakan peringatan hari bela negara ke-69 ini mengingatkan kita untuk belajar dari sejarah perjuangan bangsa. Karena bangsa Indonesia ini bisa berdiri tegak dan berdaulat tidak lepas dari semangat bela negara dari seluruh kekuatan rakyat.

“Mereka berjuang mengorbankan jiwa raganya untuk membela tanah airnya dari penjajah. Dan Indonesia hari ini merupakan hasil semangat bela negara dari pada pejuang kusuma bangsa. Begitu juga Indonesia ke depan, saya yakin juga akan tetap bertahan sebagai bangsa yang besar dan berdaulat, karena semangat bela negara dari seluruh anak bangsanya,” tegas Gaghana dalam sambutannya ketika menjadi inspektur upacara.

Lanjutnya, nilai-nilai bela negara sudah seharusnya kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari. Karena nilai bela negara yaitu cinta tanah air, rela berkorban untuk bangsa dan negara dan memiliki kemampuan awal bela negara. Akan menjadi kekuatan yang maha dahsyat apabila diikat dalam tali persatuan Indonesia.

Baca juga:   Tak Difungsikan, Sentra Kuliner Sangihe Diminta Dibongkar

“Sejarah sudah membuktikan bahwa dengan persatuan Indonesia, semua tantangan dan ancaman yang dihadapi bangsa akan dilalui bersama. Para pejuang pembela negara bisa membangun kekuatan dalam menghadapi penjajahnya hanya dengan kebersamaan dalam gotong royong,” tutur Gaghana.

Sejalan dengan ini pula, sebagai momentum peringatan hari nusantara, kita memperingati keberhasilan diplomasi Indonesia agar prinsip negara kepulauan diakui secara internasional melalui unclos 1982. Indonesia sebagai negara kepulauan jangan dijadikan sebagai pemisah tetapi sebagai pemersatu bangsa. Dan melalui Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 merupakan keputusan untuk menyatukan Indonesia sebagai negara kepulauan berbeda.

“Hal ini menyadarkan kita bahwa betapa strategisnya posisi Indonesia dalam dunia internasional. Sesuai dengan tema Gorong Royong dalam Kebhinekaan di Nusantara guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Maka fokus kita pada pembangunan kelautan,” ungkap Bupati.

Ditambahnya, peringatan hari nusantara berapa hari lalu, menteri dalam negeri mengingatkan tentang pesan presiden. Untuk itu kita semua harus gotong royong dalam melaksanakan pembangunan dan pengelolaan kelautan nasional, kedaulatan dan kesejahteraan dari laut terutama nelayan.

Baca juga:   Dinsos Launching PKH Di Kampung Binala

“Saat ini sudah ada tol laut, diharapkan dengan adanya tol laut ini, perdagangan antar pulau tidak lagi terhambat terutama terhadap disparitas harga barang. Saat ini pemerintah terus berupaya memperkuat ketahanan maritim dengan salah satu upaya memberantas ilegal fishing, memaksimalkan laut untuk meningkatkan efesiensi logistik lewat jalur tol laut,” tandas bupati yang dicintai masyarakatnya ini.

Selain itu kita juga memiliki TNI AL yang dibantu TNI AD, AU dan Kepolisian negara yang terus besinergi dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Untuk itu saya mengajak semua elemen masyarakat agar terus membangun kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi tantangan-tantangan masa depan,” tutupnya.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *