LPAI Sulut Pulangkan 6 Anak Korban Trafficking di PAPUA

oleh
Keta LPAI Sulut Adv EK Tindangen SH (kelima dari kiri) saat menjemput salah satu korban trafficking anak dibawah umur (tengah) di Polres Serui.

SULUT – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Sulawesi Utara pimpinan Adv. E.K.Tindangen, SH telah memulangkan enam anak dibawah umur Korban Trafficking di bulan Desember ini. Keenam anak korban trafficking ini berusia antara 16-17 tahun, dan dipulangkan dari Kabupaten Kepulauan Yapen Serui Papua.

Menurut Tindangen, modus yang dilakukan terhadap anak korban trafficking mulai dari penculikan sampai dengan modusĀ  mengiming-imingi anak dengan pekerjaan yang berpenghasilan tinggi diluar daerah.

“Korban trafficking anak dibawah umurĀ  ada yang masih Sekolah dan sedang menjalani Praktek Kerja lapangan (PKL) disuatu instansi pemerintah, kemudian korban dibujuk oleh germo untuk bekerja sebagai SPG (Sales Promotion Girl) bergaji besar di Papua. Dan ada juga korban penculikan dengan modus pelaku pura-pura mengenal orang tua korban dan kemudian menjemput korban di sekolah,” urai Tindangen.

Singkat cerita Tindangen menceritakan awal kejadian sampai dengan proses dipulangkannya keenam anak korban trafficking ini.

Baca juga:   Bersama Beberapa Pendeta, Wawali Manado Mor Bastiaan berdoa dan Beribadah Secara Live Streaming

“Awal mulanya, karena sudah tak tahan lagi, 2 orang anak berhasil melarikan diri dari penjagaan yang super ketat ditempat mereka dipekerjakan. Dan dengan berbagai upaya yang dilakukan akhirnya mereka bisa tiba di Polres Yapen Serui untuk melaporkan dan meminta bantuan agar teman-temannya asal Manado itu bisa segera dibebaskan,” ungkap E.K Tindangen mengisahkan perjuangan korban saat melarikan diri.

Mendapatkan laporan dari Polres Yapen, EK Tindangen pun bergegas menuju Kabupaten Yapen, Serui untuk menjemput korban dan juga berhasil membongkar modus yang dilakukan pelaku trafficking dengan melakukanaksi penculikan anak-anak atau remaja perempuan di bawah umur saat pergi ke sekolah atau pulang sekolah, atau pun memanfaatkan kelengahan orang tua yang lost control terhadap anaknya.

(Ferdian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *