Terjadi Lagi, Kekerasan Terhadap Driver Gojek. Yokung: WAO Dampingi Korban Buat Laporan Polisi

oleh
Korban saat melapor ke Polsek Wanea didampingi Ketua WAO dan pengacara.

MANADO- Kekerasan terhadap pekerja angkutan Online di Kota Manado kembali terjadi. Gideon Seon (30) pekerja Ojek Online (Go food) mengalami penganiayaan saat sedang mengantarkan pesanan di daerah Teling, tepatnya Lorong Kampung Baru Kelurahan Teling Atas Kecamatan Wanea, Jumat (1/12/2017) sekira jam 08.00 malam.

Singkat kronologisnya, Gideon Seon (korban) mendapatkan orderan pengantaran Go food di daerah Teling (Kampung Baru).

Gideon Seon (korban).
Gideon Seon (korban).

Saat masuk ke lorong Kampung Baru, korban sempat menyapa dan meminta ijin secara baik baik ke beberapa tukang ojek pangkalan yang kebetulan sedang parkir disitu. Usai mengantarkan pesanan, korban kembali melanjutkan aktifitasnya. Saat balik kembali melewati lorong, tiba tiba korban dipukul dengan menggunakan kayu tepat dibagian kepala.

Untuk menghindar dari kejadian yang lebih tragis lagi, korban pun langsung tancap gas, lari dan menemui rekan rekan seprofesinya untuk menceritakan kejadian yang dialaminya.

Ketua Wadah Asosiasi Online (WAO) Sulut, Christian Yokung saat mendapatkan laporan soal terjadinya kekerasan terhadap anggota WAO, berinisiatif dengan mendampingi korban beserta pengacara untuk segera membuat laporan ke Polsek Wanea malam itu juga, dan selanjutnya menuju ke RS Bhayangkara untuk melakukan Visum, melengkapi laporan polisi tadi.

Laporan polisi.
Laporan polisi.

Saat memberikan tanggapan soal kejadian tersebut, Christian mengatakan, WAO akan menindak tegas dan mengutuk akan tindakan tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap anggota WAO.

Baca juga:   Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur, HM Warga Talaud Diamankan Polsek Gemeh

“Kami tak akan mentolerir hal hal semacam ini. Ini sudah murni kriminal dan melanggar Pasal 351 KUHP, yang acamannya penjara paling lama dua (2) tahun. Anggota kami yang mengalami tindak kekerasan saat sedang bekerja akan kami berikan rasa aman dan nyaman, dan jaminan hukum dengan mendampingi korban bersama pengacara untuk membuat laporan polisi,” tegas Christian melalui ponsel saat dihubungi sulutaktual.com, Sabtu (2/12/2017) pagi tadi.

Lanjutnya, sebenarnya hal ini sudah jelas. Sejak aksi damai kami di akhir bulan Oktober lalu yang menolak aksi sweeping dan tindak kekerasan terhadap driver online sudah tegas bahwa kami sudah legal.

“Tidak ada alasan lagi untuk melakukan sweeping dan tindak kekerasan terhadap driver online sekecil apapun, karena kami sudah legal beroperasi dan sudah layak untuk beroperasi. Peraturan Menteri Perhubungan no 108 tahun 2017 pun sudah dikeluarkan,” tandasnya.

Oleh karena itu lanjutnya lagi, kasus hukum seperti ini akan terus kami kawal, agar ada jaminan hukum bagi anggota kami ketika sedang bekerja. Karena kami juga mempunyai hak yang sama untuk berusaha dan mencari nafkah, tutupnya.

Baca juga:   Aniaya Tetangga, JW Digiring ke Polres Tomohon

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *