Diharapkan Segera Tuntas, Eksekutif Dan Legislatif Mulai Bahas RAPBD 2018

oleh
Bupati Jabes E Gaghana SE ME ketika menyampaikan pengantar nota keuangan RAPBD 2018 dalam sidang Paripurna DPRD

TAHUNA – Diawali penyampaian nota keuangan RAPBD Kabupaten Sangihe 2018  oleh Bupati Kepulauan Sangihe Jabes E Gaghana SE ME Rabu (22/11/2017) di Ruang Rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sangihe. Sehingga mulai hari Kamis (23/11/2017) RAPBD tersebut mulai dibahas oleh Eksekutif dan Legislatif dalam beberapa hari kedepan.

Sebagaimana dalam penyampaiannya Bupati menjelaskan RAPBD yang disampaikan saat ini merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah daerah (Pemda) sebagai kerangka kebijakan publik yang akan dibahas dan disetujui Pemda dan DPRD.

“Pembahasan RAPBD TA 2018 ini berdasarkan Permendagri nomor 33 tahun 2017 tentang pedoman penyusunan APBD 2018 penyusunannya berpedoman pada prinsip sesuai kebutuhan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemda,” ujar Gaghana.

Lanjutnya, kebijakan APBD harus berdasarkan money follow program bahwa hanya program yang benar-benar bermanfaat yang mendapatkan alokasi anggaran atau tidak semua fungsi harus dapat dibiayai.

Baca juga:   Sejumlah THL Terancam Dirumahkan, Pemkab Sangihe Rekrut Penerimaan P3K

“Kita berkomitmen sesuai dengan RPJMD 2017-2022 adalah menentukan isu-isu strategis dan penanggulangan kemiskinanlah yang menjadi isu strategis mengingat tingkat kemiskinan di daerah termasuk tinggi. Sehingga sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan iklim dunia usaha dan pembukaan lapangan kerja lebih diarahkan pada akses khusus bagi penduduk miskin,” jelas Gaghana.

Dalam buku draf RAPBD 2018 antara lain, pendapatan ditargetkan sebesar Rp 582.452.030.827 terdiri atas pendapatan asli daerah (PAD) yang sah ditargetkan Rp 43.257.951.833, dana perimbangan ditargetkan Rp 528.118.759.000 serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp.11.075.319.944.

Kemudian ada belanja yang dianggarkan sebesar Rp. 598.002.030.827 terdiri atas belanja tidak langsung dianggarkan sebesar Rp.407.661.305.842, belanja langsung  dianggarkan Rp.190.340.724.985. Selanjutnya pembiayaan daerah meliputi penerimaan pembiayaan daerah yaitu sebesar Rp.16.550.000.000 dan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp.1.000.000.000.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *