“Pelarian” NJM Berakhir, Sekwan Resmi Jadi Tahanan Kejari Tahuna

oleh
Kajari Tahuna Muhammad Irwan Dafuinding SH MH.

TAHUNA- “Pelarian” oknum Sekretaris Dewan (Sekwan) berinisial NJM yang merupakan salah satu tersangka dalam dugaan kasus Korupsi pengadaan sound system DPRD tahun 2015 lalu yang terus beralasan sakit, berakhir sudah. Rabu (22/11/2017) ketiga tersangka NJM, MS dan VW diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Tahuna (Kejari) dan resmi menjadi tahanan pihak Kejaksaan.

Kajari Tahuna Muhammad Irwan Dafuinding SH MH saat ditemui sejumlah wartawan mengatakan pihaknya dalam menerapkan Hukum di wilayah perbatasan tidak memandang bulu dan pilih kasih. Walaupun selama ini beredar di masyarakat salah satu tersangka belum ditahan dengan alasan sakit, tidak menjadi suatu alasan yang berarti bagi pihak kejaksaan. Karena ketika seluruh berkas dinyatakan lengkap dan ketiga tersangka dinyatakan sehat oleh pihak dokter yang memeriksa, dengan tegas akan dilakukan penahanan.

“Itulah hukum yang sebenarnya, tidak ada yang diistimewakan antara satu tersangka dengan tersangka lainnya. Walaupun ada surat keterangan sakit dari dokter yang memeriksanya, ketika dalam berkas yang diserahkan penyidik ke pihak kejaksaan dinyatakan lengkap, siapapun dia akan kami tahan termasuk NJM ini yang selama ini terus berdalih sakit dan belum sempat diahan,’ tegas Datuinding.

Ditambahkannya untuk tersangka kasus sound system ini akan dititipkan ke Lembaga permasyarakatan Tahuna dan Enemawira sebelum dilanjutkan ke persidangan di pengadilan Tipikor Manado. Untuk waktu pelimpahan belum bisa dipastikan karena pihaknya akan menyiapkan dakwaan sesuai dengan hukum pidana korupsi yang berlaku.

Baca juga:   Seleksi Terbuka Sekda Sangihe Terkesan Ditutupi? Lawendatu: Lima Pejabat Mendaftar Berjenis Kelamin Laki-Laki

“Kapan akan disidang kami belum bisa pastikan, tetapi secepatnya akan dilengkapi dakwaan sesuai dengan berkas yang diserahkan penyidik polres sangihe. Untuk NJM kami titipkan di lapas Tahuna dan MS serta VW dititipkan di rutan enemawira,” jelasnya kembali sambil menambahkan kepada ketiga tersangka akan dijerat dengan pasal 2,3,12b KUHP dengan Jhuntho pasal 55 ayat 1 undang-undang Tipikor. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun dan minimal 4 tahun penjara dan denda Rp 1 Milyar.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *