BKIPM Dan SKIPM Lakukan Pelepasan Ketang Kenari Sitaan Di Pulau Sara

oleh
Tim yang melepas Ketam Kenari di Pulau Sara, Talaud

TAHUNA -Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Manado bersama Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu Dan Hasil Perikanan (SKIPM) Tahuna berhasil selamatkan 16 ekor Ketang Kenari selundupan dari Pulau Marore yang hendak diperjualbelikan di Manado belum lama ini.

Kepiting Kenari sejumlah 16 ekor tersebut akhirnya ditahan oleh pihak BKIPM, selanjutnya pemilik barang tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku sebagaimana Undang- Undang nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, Undang-undang nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina ikan, hewan dan tumbuhan serta Peraturan Pemerintah (PP) nomor 17 Tahun 1999 tentang pengawetan tumbuhan.

Karena hewan (kepiting kenari) masuk yang dilindungi dan terancam hampir punah sebagaimana undang-undang dan peraturan pemerintah maka pihak BKIPM Manado bersama SKIPM Tahuna memutuskan untuk mengembalikan hewan tersebut ke habitat aslinya.

Pelepasliaran  hewan yang tergolong langkah tersebut dilaksanakan pada Selasa (21/11/2017) di pulau Sara Kabupaten Kepulauan Talaud.

Baca juga:   Kecamatan Mangsel Evaluasi Kinerja Pemerintahan

Kepala SKIPM Tahuna Geric H B P Lumiu S.Pi Kepada awak media menjelaskan, demi menjaga kelestarian Ketam Kenari (Birgus Larto) yang sudah mulai terancam punah di wilayah Sulawesi Utara Khususnya Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud sehingga diputuskan dilakukan pelepasliaran di pulau Sara yang nota bene habitat dan merupakan destinasi wisata.

“Seperti diketahui bersama kepiting kenari ini merupakan hewan yang dilindungi yang terancam punah karena terus diburu untuk dikomsumsi khususnya di wilayah kita sehingga populasinya menurun drastis. Sehingga dengan adanya kegiatan pelepasaliaran ini kami berharap semoga dapat membantu dan menjaga melestarikan satwa ini dari kepunahan,” ujar Lumiu.

Disentil mengapa harus dilepas di Pulau Sara bukan di Pulau Marore yang menjadi lokasi penangkapan hewan tersebut. Lumiu mengatakan, Jarak menjadi pertimbangan pihaknya serta pulau Sara merupakan destinasi wisata yang memang salah satu yang menjadi daya tariknya adalah kepiting kenari.

Baca juga:   Bendera Klabat dipegang Polsek Dimembe

“Kami mempertimbangkan jarak dari Manado sehingga kami mengambil kesimpulan pulau Sara menjadi lokasi pelepasaliaran, karena ke Marore terlalu jauh mengingat kondisi dari hewan, sebab dari 16 ekor telah mati 3 ekor. Selain itu juga Pulau Sara adalah destinasi wisata¬† yang didalamnya juga ada kepiting kenari menjadi salah satu spesies yang hidup di pulau tersebut,”imbunya.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *