Pasien Rumah Sakit Hermana Lembean Mati Gantung Diri

oleh
Korban gantung diri saat ditemukan sudah tak bernyawa di RS Hermana Lembean.

MINUT — Frustasi dengan penyakit yang dialaminya, Hengki Rengkuan (60) nekad akhiri hudup dengan gantung diri di Rumah Sakit Hermana Lembean tepatnya dikamar pasien ST Camilus No 4 kelas I, Rabu (15/11/2017).

Menurut saksi mata Meiske Bernadus yang merupakan cleaning service di Rumah Sakit tersebut mengatakan, pada pukul 07.30 wita ia menjalankan pekerjaan sehari-harinya dengan membersihkan kamar-kamar pasien. Namun, saat akan membersihkan kamar korban ia mengetuk pintu namun tak ada tanda-tanda suara.

“Saat membuka pintu, saya mendapati pasien sudah dalam keadaan tergantung pada tiang list gorden setinggi 217 cm, selanjutnya saya langsung memanggil piket perawat,” urai Meiske.

Sementa korban mengakhiri hidupnya sendiri diperkirakan karena rasa frustasinya, sebab sejak masuk rumah sakit dari tanggal (11/11/2017) lalu, sampai saat koban meninggal dunia, belum ada tanda tanda perubahan atas penyakit yang dideritanya.

Korban diketahui mengidap komplikasi penyakit Ginjal Kronis, Diare Akut, dan pembesaran Prostat. Dan telah disarankan untuk melakukan operasi oleh pihak rumah sakit di RSUP Prof. Kandouw Malalayang. Dan adapun tali rafia warna merah yang di gunakan untuk menggantung diri berasal dari tali pengikat bantal guling yang di bawa keluarga korban dari rumah.

Baca juga:   Bupati Vonnie Panambunan Hadiri Natal Bawaslu RI

Sementara, Kapolsek Kauditan Iptu Muhammad Maulana Miraj SIK membenarkan kejadian tersebut.

“Dengan kejadian, ini kami akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, mengamankan TKP serta mengeluarkan surat pernyataan penolakan otopsi kepada pihak keluarga, karena Berdasarkan hasil kesepakatan keluarga maka akan di lakukan Visum luar dan tidak di lakukan otopsi terhadap korban,” jelas Kapolsek.

(Marvil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *