Kampung Para Induk Tatoareng Butuh Bidan

oleh
Pustu Kampung Para Induk Kecamatan Tatoareng.

TAHUNA -Keberadaan Kampung Para Induk Kecamatan Tatoareng sungguh memiriskan. Kampung yang pernah menyandang juara kedua tingkat provinsi lomba desa tahun 2015, ternyata tidak memiliki tenaga medis yang memadai dalam hal ini tenaga bidan.

Disisi lain fasilitas Puskesmas Pembantu (Pustu) sudah dimiliki kampung yang dikenal dengan sebutan ‘Marekaheng’ hingga sekarang tampak sepi karena hanya dihuni oleh seorang tenaga medis seorangĀ  perawat saja.

Kapitalaung Kampung Para Induk Elengkey NesarĀ  ketika bersua dengan sulutaktual.com membenarkan minimnya tenaga medis di kampungnya meski sudah dibangun fasilitas Pustu yang memadai.

Elenkey 'Balu' Nesar.
Elenkey ‘Balu’ Nesar.

“Jangankan dokter, hingga sekarang kami hanya dilayani seorang perawat biasa yang masih memiliki banyak kekurangan, sehingga masyarakat belum mendapatkan pelayanan kesehatan yabg memadai,” jelas Balu sapaan akrab Nesar.

Lebih lanjut Kapitalaung yang akrab dengan semua masyarakat ini menyatakan pihaknya telah beberapa kali mengirimkan permohonan ke pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes), namun sampai sekarang tidak ada tindak lanjut.

Baca juga:   Kerjasama TNI-Polri dan Tim Nusantara Sehat, Temukan Obat dan Makanan Kedaluwarsa di Nanusa

“Kalaupun tenaga dokter belum bisa ditempatkan di Para Induk, setidaknya ada tenaga medis seperti bidan untuk ditemapatkan di kampung kepulauan ini,” ujarnya kembali.

Permohonan resmi yang belum ada respon dari Dinkes, membuat pemerintah kampung lanjut Nesar melakukan musyawarah untuk menyurat secara resmi ke Dinkes meminta tenaga bidan meskipun untuk honornya akan ditanggung pemerintah desa melalui alokasi danda desa.

“Kami telah sepakat untuk segera mengajukab permohonan penempatan bidan di kampung kami. Dan untuk honornya kami akang membayarkannya sendiri melalui alokasi dana desa,” imbuh Bau sambil menambahkan bahwa fasilitas pustu juga untuk tempat tinggal bidan yang nantinya akan direkomendasikan oleh pemerintah daerah melalui Dinkes.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *