Dialog Dengan Organda dan Sopir Angkot, Wali Kota GSVL Cari Solusi Masalah Lalin

oleh
Wali Kota Manado Dr Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA berdialog dengan organda dan para sopir angkot terkait masalah transportasi dan lalu lintas.

MANADO- Wali Kota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA (GSVL) mengadakan pertemuan dengan para pelaku usaha transportasi angkutan kota (angkot) khususnya pemilik dan sopir mikrolet untuk berdialog.

Dengan mengambil tempat di Kedai kopi dan Cafe Santiago, Kawasan Megamas Manado, Sabtu (11/11/2017) kemarin, Wali Kota GSVL membuka dialog guna mencari solusi terkait permasalahan lalu lintas (Lalin) transportasi di Kota Manado. Ketua Asosiasi Pengemudi Indonesia (ASPINDO) Sulawesi Utara Terry Umboh didaulat sebagai moderator dalam dialog tersebut.

Wali Kota GSVL dalam penyampaiaannya mengatakan bahwa angkutan kota (angkot) haruslah meningkatkan pelayanan dan kenyamanan kepada pengguna transportasi. Apalagi ditengah persaingan usaha trasportasi saat ini, angkot haruslah lebih profesional.

“Angkot haruslah melakukan pembenahan dari sisi pelayanan. Kenyamanan bagi pengguna angkot harus ditingkatkan, apalagi dilihat dari budaya orang Manado yang selalu ingin mendapatkan sarana transportasi yang nyaman dan efisien. Sehingga, mau tidak mau, suka atau tidak suka, angkot di Manado harus melakukan pembenahan,” ujar Wali Kota GSVL, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Manado M Sofyan.

Pemkot Manado lanjutnya, akan terus memperhatikan kepentingan para pelaku usaha angkot, dengan berupaya mengatasi permasalahan kemacetan serta merencanakan pembangunan terminal pusat pertemuan angkot dari segala jurusan.

Baca juga:   Rakor EPRA se-Sulut Digelar di Hotel Peninsula

“Kedepannya nanti, Pemkot Manado akan membangun terminal yang pusat pertemuan angkot di Kalimas. Ini adalah upaya Pemkot Manado untuk memperhatikan pelaku usaha angkot,” urai Wali Kota GSVL.

Adanya pertanyaan terkait penataan lalu-lintas one way traffic, Walikota pilihan rakyat Manado itu, mengatakan pemberlakuan sistem one way traffic bukanlah salah satu penyebab kemacetan.

“One way bukanlah menjadi penyebab utama kemacetan di Kota Manado. Jumlah kendaraan yang yerus bertambah tak sebanding dengan pertumbuhan ruas jalan di Kota Manado, adanya perilaku yang melanggar aturan berlalu lintas dan beberapa faktor lainnya, menjadi penyebab kemacetan di Kota Manado,” jelasnya.

Hadir dalam dialog tersebut, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Manado Kaloh Moleong, para Ketua Basis se-Kota Manado serta sejumlah sopir mikro.

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *