Revisi Perda RTRW Kota Manado. Talumewo: Kawasan Pertanian Harus Dipertahankan

oleh
Plt Kepala DPKP Manado Ir Nolfie Djoike Talumewo.

MANADO- Peraturan Daerah (Perda) No 1 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Manado tahun 2014 – 2034 sedang dibahas untuk direvisi.

Disebkan karena adanya pertumbuhan penduduk dan pekembangan ekonomi yang sangat tinggi di Kota Manado, seperti yang pernah dikatakan Walikota Manado Dr Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA saat kegiatan konsultasi publik revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Manado, dipenghujung bulan Agustus lalu, maka perlu adanya revisi Perda RTRW.

Mengomentari soal revisi Perda RTRW ini, Plt Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Peternakan (DPKP) Ir Nolfie Djoike Talumewo mengatakan, memang perlu adanya perubahan revisi terhadap Perda RTRW karena harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini, akan tetapi revisi RTRW ini harus juga memperhatikan peruntukan bagi kawasan lainnya, seperti kawasan pertanian.

” Untuk Kota yang sedang berkembang seperti Kota Manado ini, kawasan pemukiman, kawasan bisnis dan perkantoran akan lebih berkembang, akan tetapi bukan berarti harus mengganti atau menghilangkan kawasan pertanian, karena Kawasan pertanian mempunyai fungsi khusus yang tak bisa tergantikan,” urai Talumewo.

Lanjutnya, kawasan pertanian mempunyai fungsi sebagai daerah penyerapan air serta bisa juga membantu dalam ketahanan pangan meski persentasenya kecil. Perlu adanya kawasan pertanian di perkotaan untuk menjaga debit air tanah.

Baca juga:   Wali Kota Vicky Lumentut Hadiri Safari Natal Pemkot Manado di Kecamatan Mapanget

“Dan juga masih ada warga Kota Manado yang masih berprofesi sebagai petani, seperti di wilayah Kecamatan Mapanget, Bunaken Darat dan beberapa kecamatan lainnya. Jadi, Kawasan pertanian akan tetap dipertahankan dalam revisi Perda RTRW ini.

Direncanakan kedepannya, kawasan pertanian di Kota Manado akan diubah menjadi pertanian Agrowisata, dimana aktivitas wisata dengan melibatkan kawasan pertanian sebagai destinasi wisata. Dan itu sudah menjadi rencana kerja DPKP Manado kedepan, tutup Talumewo.

Untuk diketahui sesuai dengan Perda Manado no 1 tahun 2014 (RTRW) pasal 48 berbunyi;

Kawasan  pertanian  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  47  huruf  a, meliputi :
a.  kawasan  pertanian  tanaman  pangan,  holtikultura,  perkebunan  dan peternakan  unggas    kurang  lebih    2.500  Ha    di  Kelurahan  Buha, Kelurahan  Bengkol,  Kelurahan  Paniki  Bawah,  Kelurahan  Kima  Atas, Kecamatan  Mapanget,  Kelurahan  Pandu,  Kelurahan  Molas  dan Kelurahan  Bailang  Kecamatan Bunaken.
b.  rencana  pengembangan  kawasan  pertanian  sebagaimana  dimaksud dalam  pasal  48  huruf  a  yang  berupa  tanaman  perkebunan,  secara umum  dikembangkan  dengan  konsep  agrowisata  seluas  100  ha  di Kecamatan  Mapanget.

Baca juga:   Lumentut: Pejabat Harus Mengimplementasikan Tupoksi

(Budi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *