Lahan Terbatas, DPKP Manado Kembangkan Teknik Tanam Veltikultur dan Bioponik

oleh
Ir Nolfie Djoike Talumewo.

MANADO- Keterbatasan lahan bukanlah jadi hambatan jika ingin bercocok tanam. Apalagi jika ingin bercocok tanam hanya dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Sebab saat ini sudah banyak tekhnik dan cara dalam bercocok tanam tanpa harus memiliki lahan pertanian yang luas.

Hal tersebut diutarakan Plt Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Manado Ir Nolfie Djoike Talumewo saat ditemui sulutaktual.com, Senin (6/1/2017) kemarin siang.

Tekhnik bercocok tanam sistem veltikultur (ilustrasi)
Tekhnik bercocok tanam sistem veltikultur (ilustrasi)

“Memiliki pekarangan yang sempit bukanlah hambatan jika ingin bercocok tanam. Saat ini sedang dikembangkan tekhnik bercocok tanam Veltikultur dan Bioponik. Dinas Pertanian Kelautan dan Peternakan (DPKP) Kota Manado sedang mengembangkan cara bercocok tanam dengan memakai tekhnik ini,” jelas Talumewo.

Menurut Talumewo, tekhnik bercocok tanam secara Veltikultur dan Bioponik sangat cocok diterapkan di wilayah perkotaan seperti Kota Manado, yang saat ini sudah terbatas untuk lahan pertaniannya.

“Bercocok tanam Teknik vertikultur bisa anda lakukan meskipun anda sama sekali tidak memiliki lahan untuk berkebun, karena tanaman di tanam secara bertingkat dari bawah keatas. Teknik vertikultur bisa dilakukan menggunakan berbagai macam wadah (tempat media tanam) seperti pipa paralon, botol bekas, pot, polybag atau wadah lainnya tergantung kreatifitas anda masing-masing.

Tekhnik bercocok tanam sistem Bioponik (ilustrasi).
Tekhnik bercocok tanam sistem Bioponik (ilustrasi).

Lanjutnya, begitupun dengan teknik becocok tanam bioponik, dimana tanaman tak lagi memerlukan media tanah untuk bertumbuh, karena sudah tergantikan dengan air sebagai media tumbuhnya.

Baca juga:   Terkait Penanganan Sampah di Kota Manado, Ini Kata Tresje Mokalu Soal Insenerator

“Sampai saat ini DPKP Manado sedang melakukan uji coba dalam bercocok tanam dengan kedua tekhnik ini. Kami sedang mencoba dengan bercocok tanam jenis sayuran, dan nantinya akan kami tularkan tekhnik ini kepada petani di Manado lewat tenaga penyuluh pertanian dari DPKP Manado,” tutup Kadis Talumewo.

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *