Ada Bangunan Liar Di Pasar Towoe, Kadis Perindag Sebut SHT

oleh

TAHUNA -Kemegahan Pasar Tradisional Towoe yang terus mengalami pembangunan khususnya penambahan lapak untuk tempat berjual ikan, mulai tercoreng. Kenapa tidak pasar tradisional terbesar di Kabupaten Sangihe setelah mengalami penambahan lapak ke penjuru timur, justru dihalangi oleh dua bangunan lainnya yang diduga sebagai bangunan liar.

Berbagai spekulasi beredar ditengah pedagang dan masyarakat disekitar pasar Towoe ini. Mereka menyebut adanya dua bangunan yang sementara dibangun dan menghalangi lapak pedagang di bagian Timur pasar yang terletak di Kelurahan Soataloara Satu diduga ada permainan sejumlah pihak untuk kepentingan person maupun kelompok tertentu.

“Kami bertanya-tanya adanya kehadiran dua bangunan yang menghalangi bangunan utama pasar Towoe ini. Namun sampai saat ini kami belum menemukan jawabannya,” ujar sejumlah pedagang.

Menyikapi hal ini Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong SE akhir pekan lalu meninjau langsung keberadaan dua bangunan liar yang disebut-sebut masyarakat tersebut.

Baca juga:   Persit KCK Dim 1312 Kreasikan Makanan Khas Talaud

“Saya heran juga dengan kontruksi bangunan pasar Towoe ini bila dua bangunan yang menghalangi lapak pedagang ini juga masuk sebagai bagian dari bangunan induk,” jelas Hontong.

Olehnya lanjut Hontong, saya sudah memanggil Kepala Dinas Perdagangan untuk meminta penjelasannya.

“Keberadaan dua bangunan ini jelas menghalangi pemandangan serta sudah memakan bahu jalan dan ke depan akan menimbulkan masalah baru seperti kemacetan,” tegas Hontong.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Sangihe Velma Maheso ketika dihubungi sejumlah wartawan via telpon menyatakan bahwa dua bangunan tersebut dananya dari sisa hasil tender (SHT).

“Dua bangunan dimaksud dananya berasal dari SHT dan dibangun untuk kepentingan pedagang,” singkat Maheso.

(sam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *