Minta Perhatian, Ratusan Sopir Angkot Manado ‘Serbu’ Kantor Gubernur Sulut

oleh
Demo sopir Angkot Kota Manado menuntut diberhentikan operasional Taksi Online.

SULUT – Senin (23/10/2017) siang ratusan supir angkutan kota (Angkot) se kota Manado datangi Kantor Gubernur Sulut 17 Agustus. Aksi ini bukan pertama kalinya di lakukan bahkan sudah kesekian kalinya, tuntutan mereka juga tidak berubah terkait angkutan moda Online.

Terlihat beberapa poster yang mereka bawa dengan beragam tulisan penolakan taksi online. Diantaranya ‘Kami menolak taxi yang tidak resmi’, bahkan salah satu poster mulai menyentuh isu Pilkada yang bertuliskan ‘Apabila tidak ada keadilan jangan harap pilkada berikut.’

Samuel Lambongbuka selaku koordinator aksi, dalam orasinya memohon kepada Kepala Dinas Perhubungan Sulut untuk menghentikan taksi online

“Kami meminta tindakan bukan menyurat, aksi ini sudah 7 bulan dari aksi yang pertama, Torang cuma minta kepastian, bukan janji belaka” minta Samuel di depan kantor Gubernur.

Salah seorang supir Angkot Paal 2 – 45, Ary juga meminta kepada para pejabat untuk memperhatikan mereka semua.

Baca juga:   Kadis LH Manado Imbau Jaga Kebersihan di Bulan Ramadhan
“Kami meminta untuk menertibkan terminal bayangan, kemudian kenapa plat luar Manado taksi online bisa mencari disini?” keluh Ary.

Ketua DPC Organda Manado, Kaloh Moleong yang turut ikut dalam aksi menyampaikan hal yang sama bahkan menyampaikan keluhan karena telah membayar KIR atau ijin trayek namun taksi online tidak membayar KIR/ijin trayek

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulut, Joi Oroh merasa sangat memahami keluhan para supir dan menyampaikan bahwa secara resmi sudah menyurat ke pusat untuk menutup sementara taksi online.

Diakui oleh Oroh bahwa saat ini ada 3 aplikasi online yaitu gojek, grab dan uber, yang semuanya belum mengantongi ijin dari pemerintah.

“Kami juga ingin ada kesetaraan, kalian punya ijin, online juga harus ada ijin, maka kami terus memantau kelancaran lalu lintas di Manado, kami tetap menertibkan terminal bayangan,” ungkap Joi Oroh menenangkan para supir.

Semua pihak berharap permasalahan angkutan Online dan konvensional ini agar segera dituntaskan karena dengan adanya aksi ini juga berpengaruh terhadap masyarakat khususnya pengguna sarana angkutan umum.

Baca juga:   Peringati Hardiknas, LMND Sulut gelar Unjuk Rasa di Kantor Gubernur

(Ferdian)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *