GNP 33 tuntut Pemerintahan Jokowi-JK tinggalkan Rezim Ugal ugalan dan Menangkan Pancasila

oleh

SULUT – Jumat (20/10/2017) siang, Gerakan Nasional Pasal 33 (GNP 33) yang merupakan gabungan dari PRD, LMND, PMHU, IMALEGA, IPMK, IPMKB Sulut melakukan aksi memperingati 3 Tahun pemerintahan Jokowi-JK.

Ketua komisariat Unsrat, Niklas Hayati selaku Koordinator lapangan berorasi dibawah terik matahari di pelataran kantor DPRD Sulut. Menanggapi 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK yang menurutnya belum dapat mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Ketua Partai Nasional Demokratik (PRD) Sulut, Jimmy Tindi yang didampingi ketua LMND Sulut, Satriano Pangkey serta Mesak Habary turut hadir dalam aksi tersebut.

Dalam salah satu spanduk yang mereka bawa bertuliskan “Trisakti menjadi Trisakit, Nawacita bukanlah cita cita di rezim imperialisasi ugal ugalan” yang menjadi evaluasi bagi pemerintahan Jokowi-JK yang genap berusia 3 tahun.

Dalam orasinya Ketua PRD Sulut, Jimmy Tindi membakar semangat peserta aksi untuk berjuang demi Pancasila dan Indonesia.

“Pemerintahan Jokowi-JK sudah gagal total dalam pembangunan dengan menunjukan adanya Neoliberalisme ugal ugalan,” tandas Jimmy.

Ia juga mengkritik pemerintahana OD-SK khususnya dibidang pertanian yang tidak pro petani dengan membuat lahan pertanian menjadi lapangan Golf sehingga tidak memberi keuntungan kepada petani.

Baca juga:   Kasatpol PP Manado Pimpin Penertiban di Boulevard 2. Waworuntu: Kami Gunakan Cara Persuasif dengan Senyum
“PRD tidak pernah menolak investasi asing namun jangan sampai asing tidak tunduk pada konstitusional negara kita. Seperti yang terjadi di pulau bangka yang sudah menang di peradilan namun eksekusinya masih ogah ogahan,” lanjut Jimmy.

Mesak Habary menutup aksi dengan membacakan tuntutan kepada pemerintahan Jokowi-JK yaitu:
a. Tinggalkan Rezim Ugal ugalan dan menangkan Pancasila.
b. Tegakan Trisakti dan Nawacita yang seutuhnya demi kepentingan nasional.
c. Stop Liberalisasi dan laksanakan pasal 33 UUD 1945
d. Hentikan pembungkaman dalan kampus terhadap suara suara kritis mahasiswa.

(Ferdian)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *