Badai Landa Sangihe, Pemkab Warning Masyarakat

oleh
Akses jalan menuju ke RS Liung Kendage Tahuna tertutup dahan pohon yang tumbang akibat terjangan badai.

TAHUNA -Sejak tiga hari terakhir Kabupaten Sangihe dilanda badai. Imbasnya gelombang setinggi 4-5 meter dan angin kencang ditambah curah hujan dengan intensitas tinggi menghiasi perairan dan daratan wilayah kepulauan ini.

Menyikapi adanya bencana serta peristiwa yang tak diinginkan terjadi, Pemerintah Daerah mewarning tegas berbagai aktifitas masyarakat terutama nelayan.

Sekretaris Daerah Sangihe Edwin Roring ketika dihubungi mengharapkan peran aktif dari pemerintah Kampung dan kecamatan untuk memberikan warning kepada masayarakat terkait ancaman bencana.

“Sebagai pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat baiknya pemerintah kampung dan pemerintah kecamatan aktif memberikan warning ancaman bencana yang bakal terjadi akibat cuaca buruk ini,” jelas Roring.

Lebih lanjut Roring menegaskan kepada nelayan untuk sementara jangan dulu melakukan aktifitas penangkapan ikan dilaut karena gelombang tinggi, demikian juga masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan tebing-tebing curam agar sewaktu-waktu lebih mawas diri terhadap ancaman banjir dan tanah longsor.

Baca juga:   Butuh Keseriusan Pemerintah 23 Jiwa di Matutuang Belum Miliki Status Kependudukan

img-20171017-wa0008-resized-320

“Lebih baik kita menghindari dulu dari berbagai ancaman bencana, nelayan tidak melaut, warga di sepanjang sungai dan menetap di lokasi rawan agar mengungsi untuk sementara. Sehingga sedini mungkin kita bersama menghindar dari ancaman bencana yang ada,” jelasnya kembali sambil menambahkan untuk pelayaran antar pulau maupun Tahuna-Manado, baiknya pihak penyedia jasa layanan kapal motor tidak memaksakan diri sebab terkait dengan keselamatan pelayaran.

(sam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *