Gagal Bertemu Kapolda, Koalisi Mapalus Kecewa

oleh

MANADO- Sebagai masyarakat yang taat hukum Koalisi Mapalus yang merupakan gabungan berbagai Ormas di Sulut, mendatangi Mapolda Sulut Senin (2/10/2017) siang. Hal ini dilakukan untuk menghindari aksi main hakin sendiri terhadap “AG” yang telah melakukan tindakan pengancaman menggunakan Senpi terhadap masyarakat.

Koalisi Mapalus yang terdiri dari jajaran ormas adat bersatu diantaranya BMI, LMI, Benteng Nusantara, BETA, MTI, LPM, PM, MTM, Manguni Indonesia, Waraney, Soldado Borgo, Makatana Minahasa, Garda Manguni, Garda Totosik, BWM, Laskar Kawasaran, WPIT, GMBI. Secara bersama sama mendatangi Mapolda untuk meminta Kapolda segera menyelesaikan masalah kepemilikan Senpi seorang pengusaha berinisial “AG”.

Baca juga: Oknum Pengusaha AG Ancam dan Aniaya Warga Pakai Senpi, Koalisi Mapalus Datangi Polda Sulut

Masyarakat yang menjadi korban tindak sewenang wenang oleh “AG”, Yudistira Rumengan juga ikut serta dengan Koalisi Mapalus tersebut.

“Waktu itu AG datang ke rumah yang ada ibu ibu dan anak anak, dia mengancam dan menodongkan Pistol, setelah kejadian itu saya melapor pada 27 September 2017, namun sampai saat ini AG tak kunjung di proses,” tutur Rumengan.

Kejadian inilah yang mendorong Koalisi Mapalus perlu turun tangan karena kepedulian terhadap masyarakat yang diperlakukan sewenang-wenang oleh sang pengusaha Automatic Car wash itu yang mengaku dekat dengan beberapa pejabat kepolisian.

Baca juga:   Mengamuk di Rumah Sakit, Pria Mabuk ini Digiring ke Polsek Tomohon Tengah

Saat tiba di Mapolda Koalisi Mapalus ingin menemui Kapolda yang mereka anggap sebagai orangtua di Sulut dan sebagai pejabat yang memiliki kewenangan dalam penyelesaian masalah ini. Namun setelah menunggu beberapa jam mereka diterima oleh Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahihm Ponto.

Kombes Ibrahim meminta perwakilan yang masuk hanya 5 orang, namun Koalisi Mapalus yang terdiri dari puluhan ormas ini meminta 10 orang sebagai perwakilan. Karena tidak ditemukan kesepakatan antara Koalisi Mapalus dan Kapolda untuk bertemu maka mereka kembali walaupun kecewa, dan tetap berharap agar Polda segera menangkap AG yang dianggap telah melakukan tindakan melawan hukum atas kepilikan Senpi serta melakukan pengancaman terhadap masyarakat.

Adapun beberapa tokoh ormas yang hadir antara lain, Tonaas Wangko, Hanny Pantouw (LMI), Nouke Paat (BMI), Steven Tombuan (Benteng Nusantara), Donny Lasut (MTI), Bobby (Waraney), Meyer Tanot (MTM), dan puluhan tokoh ormas lainya.

Baca juga:   Hamili Anak Dibawah Umur JT Diciduk Polres Sangihe

(Ferdian)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *