Saksi Hidup Keganasan G30S/PKI, Dipelukan Oma Alpiah, Ade Irma Nasution Meninggal Dunia

oleh
Oma Alpiah Makasebape, dalam pelukannya dalam pelukannya Ade Irma Nasution ketika pasukan G30S/PKI berupaya menculik Jenderal AH Nasution.

TAHUNA -Sejarah keganasan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) menjadi cerita lama yang hingga sekarang membuat wanita tua asal Sangihe Alpiah Makasebape mengalami trauma yang mendalam. Oma Alpiah merupakan salah satu saksi hidup sejarah kelam keganasan komunis di Indonesia lewat G30S/PKI.

Wanita tua yang saat ini menetap di Kelurahan Dumuhung Kecamatan Tahuna Timur ini adalah pengasuh Ade Irma Suryani Nasution yang menjadi tumbal keganasan PKI saat itu. Dan dalam dekapan wanita inilah Ade Irma meninggal dunia setelah tertembak saat pasukan penculikan 7 Jendral mendatangi rumah Jenderal Abdul Haris Nasution.

Meski sudah uzur namun ingatan Oma Alpiah Makasebape saat kejadian naas itu terjadi masih kuat. Dalam pengakuan Oma Alpiah bahwa dirinya juga dipanggil oleh tim forensik saat mengenali mayat Kapten Pierre Tendean yang saat itu turut diculik dan disiksa hingga dibunuh saat mengaku sebagai Jendral AH Nasution dihadapan tim penculik pada 30 September 1965, usai dikeluarkan dari lubang buaya.

Baca juga:   Gelar Rakor Sehari, Camat Manganitu Komit Dandes TA 2017 Aman

Saking dekatnya Oma Alpiah dengan keluarga Jenderal AH Nasution nama Ade yang merupakan nama kesayangan pemberian Oma Alpiah kepada Irma Suryani Nasution. Dan saat ini kalung milik almarhumah Ade Irma Suryani Nasution diberikan kepada Oma dan masih tersimpan dengan baik sampai sekarang.

Trauma yang mendalam membuat Oma sangat ketakutan ketika tanggal 21 April 2017 lalu, Kodim 1301/Santiago berkunjung ke rumahnya. Melihat sejumlah anggota TNI berbaju loreng, Oma Alpiah sangat ketakutan.

(sam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *