Penolakan Peliputan Jurnalis di Kegiatan Rembuk Nasional. Rektor Unsrat: Cuma Mis Komunikasi

oleh
Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA

MANADO- Kegiatan Rembuk Nasional 2017 Bidang Rembuk (BR) 11 yang berlangsung di gedung Auditorium Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Senin (25/09/2017) kemarin, diwarnai kejadian tidak menyenangkan yang menimpa awak Media yang datang untuk melakukan peliputan.

Menanggapi hal itu, Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA, turut angkat suara. Rektor memberikan tanggapan bahwa hal itu hanyalah mis komunikasi yang terjadi antara pihak panitia penyelenggara dan awak media yang datang untuk melakukan kegiatan peliputan.

Selain itu, ketua panitia lokal sudah memberikan klarifikasi perihal peristiwa yang telah terjadi.

“Itu hanya mis komunikasi. Sudah ada klarifikasi dari ketua panitia lokal,” jelasnya.

Selain itu, saat dikonfirmasi soal apakah Unsrat memiliki niat untuk sengaja membatasi aktivitas pers di lingkungan kampus, Rektor membantah hal tersebut.

“Ia menegaskan bahwa aktivitas pers di Unsrat justeru diperlukan untuk pemberitaan kegiatan-kegiatan di kampus dan juga perlu untuk penyebaran berita,” tegasnya.

Hal ini terjadi ketika sejumlah awak media yang sehari-hari meliput dicegat oleh oknum Dosen (RW) yang hendak memasuki ruang Auditorium untuk meliput kegiatan Rembuk Nasional yang mengusung tema Pengelolaan Pariwisata Unggul Nusantara.

Baca juga:   Kunjungi Perumahan Relokasi Korban Bencana Banjir 2014, Wali Kota Vicky Lumentut Dampingi Kepala BNPB RI

Selain mempertanyakan kepemilikan kartu pers, awak media ditanyakan kepemilikan surat tugas juga undangan untuk melakukan peliputan pada kegiatan tersebut. Hal ini sontak menyinggung para wartawan yang bersangkutan.

Disamping itu Ketua Panitia Rembuk Nasional BR-11, Agus Supandi, meminta maaf atas perbuatan RW yang melarang kegiatan peliputan para awak media yang bersangkutan.

“Kami minta maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatan tersebut. Tolong dimaklumi, mungkin beliau lelah. Tadi beliau sudah ditegur, sekali lagi minta maaf,” jelas Agus.

(Yuni)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *