Sekda Bolmong Pantau Langsung Kondisi Bencana Banjir di Bakan dan Tanoyan

oleh

BOLMONG–Korban banjir yang berada di Bolaang Mongondow (Bolmong), khususnya di Kecamatan Lolayan saat ini  sebanyak 365 Kepala Keluarga (KK) dan 1.577 jiwa di Desa Bakan dan Desa Tanoyan Utara yang terdampak banjir.

“Ya, berdasarkan hasil assesment di dua desa tersebut, warga terdampak banjir di Desa Bakan sebanyak 214 rumah 227 KK dan 956 jiwa. Kemudian, di Desa Tanoyan Utara 138 KK sekitar 621 jiwa, “ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bewncana Daerah (BPBD)  Channy Wayong, Senin (18/09/2017) siang tadi.

Menurutnya, kondisi saat ini dilokasi banjir sudah surut, tapi masih menyisakan lumpur dan sampah dihalaman pemukiman masyarakat.

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait air bersih, mulai hari ini pukul 11.30 Wita, mobil tangki BPBD mulai melakukan dropping air bersih di Desa Tanoyan Utara dengan kapasitas tangki 5000 liter dan akan disesuaikan dengan kebutuhan warga, mengingat sumur milik warga di desa Tanoyan Utara saat ini masih tercemar luapan sungai,” bebernya.

Dirinya menuturkan, mulai hari ini (Siang tadi-red), dilakukan monev ke wilayah pasca banjir di Desa Bakan dan Desa Tanoyan Utara yang mengalami dampak terparah luapan sungai, dipimpin langsung Sekretaris Daerah Bolmong selaku Kepala BPBD Ex Officio Tahlis Gallang SIP. MM. bersama Kalaksa BPBD Bolmong yang turut didampingi Kabid Penanganan Darurat dan Personil TRC.

Baca juga:   Bupati Yasti Irup HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Sementara itu Wayong menjelaskan, di tempat di tempat lain bencana tanah longsor terjadi di Desa Toruakat, selain mengakibatkan Ruas Jalan AKD jalan penghubung Kotamobagu – Doloduo terganggu.

“Longsor tersebut menyebabkan satu unit rumah milik keluarga Eby Paat – Sumolang satu Kepala Keluarga (KK) empat jiwa, mengalami rusak ringan dibagian dapur dan untuk menghindari longsoran susulan, keluarga terdampak saat ini sudah mengungsi dirumah kerabat sesuai arahan dari BPBD. Selain itu longsor juga mengancam satu unit rumah milik keluarga Sony Paat – Raupu satu KK empat jiwa yang saat ini masih memilih bertahan drumahnya,” katanya.

“Kami juga terus mengimbau agar masyarakat terus waspada. Mengingat akan terjadi banjir maupun longsor susulan,” harap Wayong.

(Nawi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *