Aliansi Sulut Peduli Rohingya Gelar Aksi Long March

oleh

MANADO – Setelah beberapa aksi peduli Rohingya di Manado, Sabtu (16/9/2017) sore kembali dilaksanakan Aksi peduli Rohingya. Kali ini Aliansi Sulut Peduli Rohingya yang merupakan gabungan beberapa Organisasi Islam maupun siswa sekolah turun ke jalan dengan melakukan Longmarch dari Masjid Nurul Yaqin, Jl. Ahmad Yani 13, Sario, Kota Manado menuju TKB, dengan rute Jl. Pierre Tendean Mantos – Mega Mall – IT center – Bundaran depan Jumbo.

Aksi yang diikuti ratusan relawan ini mengajak masyarakat untuk memberikan bantuan kepada saudara saudara di Rohingya dengan menggalang dana. Hujan yang turut menyertai Aksi tersebut tidak menyurutkan semangat para relawan peserta aksi untuk melanjutkan agenda yang telah direncanakan oleh kordinator lapangan, Irman Relawan Indonesia (Relindo) Sulut.

Dalam aksi yang dihadiri beberapa tokoh Islam di Manado ini menyerukan #Save Rohingya,

“Dengan semangat kita membuka perjalanan ini, semoga dana yang terkumpul berguna bagi saudara kita, kita disini bukan untuk pamer namun untuk menjadi saksi di Yaumul Akhir,” ucap H Amir Liputo salah satu tokoh Islam Sulut yang turut serta dalam aksi tersebut.

Seperti kita ketahui bahwa kejahatan kemanusiaan yang terjadi pada etnis Rohingya merupakan hal yang sangat tidak berperi kemanusiaan. Banyak pihak juga menyesalkan terjadinya hal tersebut, dimana masalah yang menimpa etnis Rohingya ini bukan masalah agama namun lebih kepada kemanusiaan.

Baca juga:   Dibuka Wali Kota Vicky Lumentut, KejuaraanTrail Adventure 2018 Digeber

Sebagai orang Manado yang bersemboyankan “Si Tou Timou Tumou Tou” tentunya harus peduli terhadap terjadinya kekejaman di Myanmar itu. Syarifudin Saafa yang juga hadir dan memberikan Orasi mengatakan bahwa turun ke jalan hari ini memberikan solidaritas kepada Rohingya, semoga kontribusi yang diberikan baik berupa tenaga maupun dana yang dikumpulkan dapat bermanfaat bagi masyarakat rohingya disana.

“Bahwa sebenarnya masyarakat rohingya termasuk masyarakat dunia yang mendapatkan tempat yang layak dan diakui negara, Kita mengharapkan bagi pemerintah Indonesia untuk mengedepankan diplomasi dalam menghadapi permasalahan dunia ini,” Lanjut Saafa dalam orasi yang disampaikanya.

Aksi yang ditutup dengan doa bersama ini berjalan lancar dan banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam memberikan bantuanya, hal ini menunjukan bahwa aksi yang dilaksanakan disambut baik oleh masyarakat Manado secara umum.

(Ferdian)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.