12 Paket Proyek Luncuran Belum Dibayarkan. Mafia Proyek Gentanyangan Di Dinas PU Sangihe

oleh
Demonstenes Palit.

TAHUNA -Transparansi sekaligus menciptakan birokrasi yang mengutamakan pelayanan cepat di era pemerintahan Bupati Jabes E Gaghana SE ME dan Wakil Bupati Helmud Hontong SE saat ini, mulai tercoreng oleh ulah nakal sejumlah pejabat dan Aparatur Sipil Negera (ASN) yang berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Pasalnya pencairan pembayaran 12 paket proyek air bersih luncuraan dari tahun anggaran 2016 lalu hingga sekarang terkatung-katung akibat ulah sejumlah oknum tak bertanggungjawab.

12 kontraktor pelaksana proyek air bersih luncuran dari tahun 2016 ketika ditemui sulutaktual.com menyatakan hal yang sama terkait dengan ulah sejumlah pejabat berkompeten di lingkup Dinas PU ketika ingin memasukan adimistrasi pencairan termen terakhir sekitar 20 persen.

“Pekerjaa sudah selesai. Pemeriksaan hasil akhir proyek sudah dilakukan bahkan ada proyek yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat namun sampai saat ini kami terus dipersulit dalam pengurusan berkas dan hanya dijanjikan untuk bolak-balik tanpa pelayanan,” jelas sejumlah penyedia jasa kontruksi tersebut.

Lebih lanjut mereka menyatakan bahwa setiap mereka mendatangi Dinas PU untuk pengurusan kelengkapan berkas dalam hal ini tanda tangan pejabat yang berkompeten untuk pemenuhan syarat kelengkapan berkas, selalu dijanjikan untuk datang lagi tanpa alasan jelas.

“Meski yang bersangkutan berada dikantor namun ketika dimintai untuk menandatangani berkas dimaksud selalu saja ada alasan yang tidak jelas sehingga berkas yang diajukan tidak ditandatangani,” jelas mereka kembali.

Kepala Dinas PU Sangihe Demonstenes Palit SE ketika dihubungi menyatakan kalau semua berkas sudah lengkap maka pencairan dana terakhir 12 proyek sarana air bersih tahun anggaran 2016 yang diluncurkan tahun 2017 ini akan segera dibayarkan sebab anggarannya sudah ada.

“Kalau memang belum dibayarkan atau dicairkan artinya adalah berkas belum lengkap sehingga masih menunggu kelengkapan berkasnya,” singkat Palit.

Disinggung menyangkut adanya permainan sejumlah pejabat internal Dinas PU yang terkesan mempersulit kontraktor untuk pencairan yang terkesan adanya mafia proyek, Palit menyatakan dirinya akan segera melakukan pengecekan.

“Kalau memang ada pratek seperti nanti saya akang lakukan croschek ke internal PU,” imbuhnya.

12 paket proyek air bersih ini diantaranya berada di Kampung Kauhis Kecamatan Manganitu, Kelurahan Soataloara, Kelurahan Pananekeng Kampung Simueng, Kampung Palareng, Kampung Beng Laut, Kampung Mawira, Kampung Batuwingkung dan Kampung Kalama.

Baca juga:   Me' Daseng , Gahagho Dengarkan Curhatan Warga Kepulauan Nustab

(sam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *