Usulan Bantuan DKP Sangihe  Mulai Disalurkan Pemerintah Provinsi

oleh
Anggota DPRD Sulut Ferdinan M Mangumbahang ST ketika menyerahkan secara simbolos bantuan mesin katinting kepada nelayan Sangihe di kantor DKP Sangihe.

TAHUNA -Upaya pemerintah daerah untuk menfasilitasi nasib nelayan yang ada di wilayah kepulauan Sangihe terus dilakukan. Buktinya setelah melalui tahap pengumpulan data keberadaan nelayan di Sangihe hingga pengusulannya ke pemerintah Provinsi, akhirnya penyaluran bantuan ke nelayan berupa mesin katinting 6.5 PK dan mesin tempel 15 PK resmi mulai dilakukan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sangihe Ir Feliks Gaghaube melalui Kabid Perikanan Tangkap Dylan Palandeng ketika dihubungi membenarkan dimulainya penyaluran bantuan untuk nelayan tersebut.

“Benar saat ini penyaluran bantuan berupa mesin katinting 6.5 PK dan mesin tempel 15 PK sudah mulai dilakukan oleh pemerintah Provinsi. Bahkan bantuan ini juga diserahkan oleh anggota Dewan Provinsi Sulawesi Utara dari Fraksi Gerindra Ferdinan M Mangumabang ST,” ujar Palandeng.

Lebih lanjut Palandeng menyatakan bantuan ini sendiri sepenuhnya hak dari Pemerintah Provinsi Sulut melalui DKP sulut. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Sangihe melalui DKP Sangihe hanya sebatas pengusulan.

“Verifikasi anggota penerima hingga nelayan yang mendapatkan bantuan tersebut sepenuhnya wewenang dari DKP Sulut,” jelasnya kembali.

Untuk saat ini lanjut Palendeng bantuan yang dikucur belum sesuai dengan jumlah usulan yang telah diajukan oleh SKP Sangihe. Sehingga nelayan yang belum menerima diminta tetap bersabar sebab bantuan ini sendiri dikucurkan bertahap. Sehingga nelayan yang belum menerima masuk daftar antri.

Baca juga:   Kodim 1301/Sangihe Dukung Penuh Penyemprotan Desinfektan

“Untuk pengusulan mesin katinting berjumlah 369 nelayan sedangkan yang kucur baru 339 unit. Mesin tempel dri usulan 54 penerima yang baru terealisasi 29 unit. Sekali nelayan yang belum menerima baiknya tetap bersabar, “imbuh Palandeng sambil menyatakan penambahan data pengusulan bisa saja bertambah sesuai data dan fakta di lapangan.

(sam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *