Jalur Tol Laut Layani Sangihe Berubah

oleh
Pelabuhan Tahuna yang nantinya akan menjadi tempat bongkar muat Tol Laut di Sangihe.

TAHUNA -Program Tol Laut yang juga menjadi terobosan pemerintah dalam menekan harga komoditi terus dibenahi di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dimana menurut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Perindag) Dra Velma Maheso kalau sebelumnya rute Tol Laut adalah Makassar- Sangihe kini mengalami perubahan Surabaya-Sangihe.

Perubahan ini sendiri lanjut Maheso sebagai bentuk upaya pemerintah untuk menghadirkan berbagai macam atau variasi kebutuhan masyarakat Sangihe.

“Peralihan ini juga dilakukan dalam kaitannya memperlancar keluar masuknya barang hingga penambahan jenis barang yang menjadi kebutuhan masyarakat Sangihe. Diantaranya barang tersebut adalah penambahan sejumlah komoditi yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat sangihe,” jelas Maheso.

Pelayaran perdana Tol Laut Surabaya-Sangihe ini sendiri menurut rencananya bakal mulai dilakukan awal September 2017 mendatang.

“Menurut jadwal rencana  yang disepakati, kapal akan tiba akhir bulan ini dari Surabaya, namun ketika kami cek di PT Pelni, bergeser pada awal September karena masih terganjal dengan pesiapan kapal serta kesiapan barang yang akan dimuat,” tegas Maheso kembali sambil menyatakan demi memperlancar realisasi program Tol Laut yang telah berjalan sekitar dua tahun tersebut, pihak Perindag rutin melakukan koordinasi dengan pihak pengusaha pelaku Tol Laut serta PT Perusahaan Pelayaran Nasional (Pelni) yang menyiapkan kapal pengangkut barang.

Baca juga:   Covid 19 Kian Risaukan Kepulauan, Wolf: Camat Proaktif Informasikan Warga

Meski demikian sejumlah kalangan yang juga menjadi pelaku usaha dalam Tol Laut khususnya ketika masih melalui Makassar menyatakan peralihan Tol Laut Ke Surabaya dilakukan secara mendadak dan terkesan sepihak.

“Kami merasa sangat dirugikan dengan peralihan jalur tol Laut secara mendadak ini, sebab kami menerima imbas dimana masih adan sekitar 16 konteiner barang milik kami belum diangkut dari Makassar namun tiba-tiba sudah dikeluarkan keputusan perubahan jalur Tol Laut ini,” ujar Manager PT Aras Mas Anugerah Jusak Ruitan selaku  Distributor resmi semen Tonasa wilayah sangihe, Talaud dan Sitaro satu pelaku usaha yang menggunakan jasa Tol Laut ini.

Sementara itu sejumlah kalangan berharap pengalihan sumber barang dari Makasar ke Surabaya dapat langsung memberi manfaat bagi warga setempat, mengingat manfaat program Tol Laut sebelumnya belum langsung dirasakan baik dari sisi harga maupun komoditi yang diangkut.

Baca juga:   Atasi Defisit Daya, PLN Area Tahuna Tambah Mesin Pembangkit 3000 KW

”Jujur saja selama ini warga belum dapat menikmati manfaat dari Tol Laut, hingga kami berharap dengan adanya pengalihan sumber barang langsung dari Surabaya dan ketambahan komoditi, harga barang akan lebih murah dari yang sebelumnya dan benar-benar program ini dirasakan masyarakat Sangihe,” ungkap Ronny Salamate warga Tahuna.

(sam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *