RDP DPRD Minut Ungkap Suap Pengangkatan CPNS 96 Sekdes

oleh

MINUT — Kembali, terkait kontroversi seputar pengangkatan 96 Sekretaris Desa (Sekdes) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2010 menjadi perdebatan dalam Rapat dengar pendapat oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Senin (20/08/2017) di ruang rapat DPRD Minut.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut terungkap adanya dugaan aliran dana yang diberikan  Sekdes CPNS melalui Romi Poluan yang merupakan mantan Sekdes Desa Watutudambo ll untuk bisa diangkat sebagai CPNS. Dari pengakuannya, untuk perjanjian ia bersama dengan CPNS yang dijanjikan memberikan uang DP sekitar 10 juta perorang untuk diberikan kepada ibu Mimi, bapak Juma dan Bachtiar sebagai perantara oleh pihak BKD Pemkab Minut.

“Memang ada dana yang saya terima dari Sekdes calon CPNS yang berjumlah 24 orang yang memberikan uang DP sebesar 10 juta dari total 25 juta yang akan diberikan. Namun itupun tidak semuanya karena ada Sekdes calon CPNS yang memberikannya secara bertahap,” ungkap Poluan saat rapat dengar pendapat dihadapan Pimpinan sidang, Assisten 1 Setdakab Minut Rivino Dondokambey, Kepala Dinsos dan PMD Minut Cakrawira Gundo dan staf ahli Pemkab Minut Octafianus Tooy.

IMG_20170821_220719

Namun sangat disesalkan, rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Minut Drs Denny Wowiling, didampingi ketua Komisi lll Jantje Londong dari Frakso Gerindra bersama anggota Dewan dari Fraksi PG Edwin Nelwan dan Lucky Kiolol dari PDIP tidak dihadiri Kepala BKPP Aldrin Posumah sebagai pihak yang berkompeten memberikan keterangan dan hanya diwakili karena alasan sakit, sehingga rapat dengar pendapat ini harus di skors menunggu kehadiran kepala BKPP.

“Rapat ini kita tunda sambil menunggu kehandiran kepala BKPP,” ujar ketua Komisi 1 dari PD Stendy Rondonuwu.

Meski begitu, ketua Fraksi PDIP Lucky Kiolol, meminta Asisten 1 Setdakab Rivino Dondokambey memberikan klarifikasi terkait kontroversi pengangkatan CPNS Sekdes 2010 silam.

“Harusnyakan saat pengangkatan CPNS Sekdes eksekutif memikirkan nasib 24 sekdes yang mengabdi sejak 2007 silam untuk diprioritaskan, saat mengangkat 96 Sekdes menjadi CPNS 2010 lalu. Namun kenyataanya mereka yang sudah mengabdi justru belum terangkat. Mohon asisten satu memberikan klarifikasi,” tutur Kiolol.

Menanggapi hal tersebut Asissten l Pemkab Minut Rivino Dondokambey menjelaskan apa yang di aspirasikan dan disampaikan ke Pimpinan sidang.

“Intinya apa yang menjadi aspirasi saat ini akan kami sampaikan kepada pimpinan kami dalam hal ini Bupati, untuk ditindaklanjuti,” papar Dondokambey.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Drs Denny Wowiling mengakui pengangkatan Sekdes ini persoalan lama yang kembali terangkat lagi terkait proseduralnya.

“Rapat dengar pendapat ini kami di dewan hanya sebatas memverifikasi, karena DPRD hanya melaksanakan tupoksi pengawasan,” tambah Wowiling.

Sebelumnya Sekdes Koltem Frida Wehantouw yang mewakili 23 Sekdes yang belum terangkat dalam penyampaian aspirasinya membeberkan bahwa mereka sempat melakukan pertemuan di Jakarta dengan Romi Poluan tetapi setelah itu mereka tak lagi mengikuti perkembangan.

Baca juga:   Pimpin Apel ASN, Kuhu: Kinerja ASN Akan Terus Dievaluasi

(Marvil)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *