‘Janji Manis’ Kadispora Minut, 30 Anggota Paskibra Minut ‘Merana’

oleh
Denny Wowiling.

MINUT — Selesai mengibarkan bendera pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yang digelar di lapangan Kantor Bupati Minut, Kamis (17/8/2017), ke-30 anggota Paskibra justru diterlantarkan.

Hal ini terkait janji pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Minut yang mengagendakan wisata kebangsaan bagi anggota Paskibra pada 18 Agustus.Sayangnya, janji tersebut tak terealisasi karena pada Kamis (17/8/2017) malam usai bertugas, ke-30 Paskibra justru dipulangkan oleh panitia dari lokasi asrama Yonif 712 TNI AD di Kelurahan Sukur.

Hal ini menuai kekecewaan para anggota Paskibra, termasuk orangtua.

“Waktu 17 Agustus malam, saya dan bersama beberapa orangtua ditelepon anak-anak kami. Katanya, mereka sudah disuruh pulang. Saya kaget, karena para orangtua Paskibra juga sudah menandatangani surat persetujuan menyerahkan anak-anak dikarantina sampai tanggal 18 Agustus. Di hari terakhir usai bertugas, mereka dijanjikan ada wisata kebangsaan, nyatanya tidak ada,” keluh Reifie Rompas, salah satu orang tua yang anaknya terpilih sebagai Paskibra.

Terkait hal itu, Wakil ketua DPRD Minut Drs. Denny Wowiling saat ditemui, Senin (20/07/2017) mengatakan, memperingati HUT RI ke-72, paskibraka itu merupakan ujung tombak memunculkan idialisme, ujung tombak memunculkan semangat, dan ujung tombak sebagai pelestarian pada nilai-nilai dari  kemerdekaan 17 Agustus.

“Mengapa saya katakan ujung tombak, karena mereka betul-betul diseleksi, merek dilatih, mereka dibentuk, baik mental dan spiritual, dalam rangka bagaimana mereka mampu untuk tampil prima dalam mengsukseskan upacara 17 Agustus sebagai pengibar bendera,” ujarnya.

Dikatakan Dewo sapaan akrab Denny Wowiling, jika itu merupakan janji  kadis terkait yang diberitahukan sebelumnya, ia harus menepatinya.

“Kalau memang ada wisata kebangsaan, jangan persoalkan tempat atau jarak tempatnya yang jauh tetapi komitmennya itu harus dilakukan,” ujar Dewo.

Lanjutnya, untuk Kadispora diharapkan harus mengembalikan sukacita mereka (para Paskibra-red) yang sudah terbentuk dan telah berhasil mengibarkan sampai menurukan bendera merah putih.

“Saya sebagai anggota Dewan mengimbau secara gentlemen dan berjiwa besar, dalam waktu dekat ini, kadis mengumpulkan mereka dan mengsosialisasikan baik kepada anggota paskibra dan orang tua mereka. Karena orang tua juga telah mempercayakan pemerintah Kabupaten dalam hal ini Dispora Minut untuk menitip anak mereka agar menjadi pengibar bendera pada 17 Agustus lalu. Karena   mereka dibentuk bukan begitu saja, karena mereka dibentuk untuk bisa mengsukseskan upacara bendera,” tegas Dewo.

Tambah Denny, Karena upacara bendera 17 Agustus di Minut, tak akan sukses tanpa pengibar bendera.

“Mereka para Pengibar Bendera itu dibentuk bukan tiba saat tiba akal. Jadi harus dihormati dedikasi, loyalitas serta kinerja yang sudah ditunjukkan oleh anak anak pasukan  pengibar bendera,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda Dan Olah raga Pemkab Minut Toar Sendow saat dikonfirmasi, Minggu (20/8/2017) mengaku tidak tahu terkait jadwal karantina anggota Paskibra.

Baca juga:   Opa Pandean Akhiri Hidup di Perkebunan Airmadidi

“Setahu saya sampai 17 Agustus. Tapi saya akan tanyakan ke kabid,” ujar Sendow mengelak.

(Marvil)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *