Pengguna Jalan Keluhkan Dump Truck Expedisi

oleh
Truk engkel ganda yang bermuatan barang campuran terperosok di seputaran jalan Pedine yang menganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.

TAHUNA – Pengguna kendaraan ruas jalan nasional yang menghubungkan Tahuna-Pananaru mengeluhkan keberadaan kendaraan ekspedisi jenis truk engkel ganda.

Pasalnya kendaraan dengan kapasitas muatan mencapai sekitar 16 ton selain hampir memenuhi ruas jalan juga kerapkali mengalami kecelakaan tunggal yang akhirnya berimbas pada kemacetan jalan.

Seperti halnya yang terjadi akhir pekan lalu dimana salah satu truk engkel ganda yang bermuatan barang campuran terperosok di seputaran jalan Pedine yang menganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.

“Melihat kondisi jalan di Sangihe yang belum memadai, baiknya penyedia jasa ekspedisi tidak lagi menggunakan kendaraan jenis truk engkel ganda sebab sangat menganggu kenyamanan pengguna jalan yang ada,” ujar salah satu pengendara Juan Makisake.

Ia lebih menyatakan kecelakaan tunggal truk engkel ganda ini sudah banyak kali terjadi sehingga sudah membuat resah pengguna jalan lainnya.

“Bukan hanya kali ini terjadi kecelakaan tunggal tetapi sudah lebih dari 4 kali. Masih bersyukur tidak memakan korban jiwa ataupun mengalami kecelakaan yang melibatkan kendaraan lain”, jelasnya kembali.

Ketua Komisi B DPRD Sangihe Ferdy P Sinedu ST meminta pengusaha ekspedisi untuk melihat kondisi jalan dalam menggunakan kendaraan untuk mengangkut berbagai barang klontong

Baca juga:   Thungari Minta Pimpinan OPD Kuasai RPJMD Sangihe

“Melihat kondisi jalan di Sangihe yang sebagian besar belum layak untuk kendaraan dengan ukuram besar baiknya pengusaha ekspedisi tidak menggunakan kendaraan truk engkel ganda dengan kapasitas besar dan menggunakan kendaraan yang sesuai dengan kapasitas jalan yang ada”, tegas Sinedu sambil meminta instansi teknis terkait memantau keberadaan ini dan segera menindaklanjuti berbagai keluhan dimaksud.

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *