BPNB Manado Gandeng Densus 17 PNCB LMI gelar Semiloka Kebudayaan

oleh
Drs Rusli Manorek

SULUT- Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan RI ke 72 tahun 2017 berbagai kegiatan dilaksanakan di wilayah Provinsi Sulut. Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Manado Wilayah Sulutenggo bersama Densus 17 Pelindung Nilai Cagar Budaya (PNCB) Laskar Manguni Indonesia (LMI) rencananya akan menggelar Semiloka sehari bertajuk “Melestarikan Nilai Budaya Minahasa dalam membangun jiwa Nasionalisme”.

Kepala BPNB Manado Wilayah Sulutenggo, Drs Rusli Manorek saat ditemui Sulutaktual.com di kantornya mengutarakan rasa bangganya terhadap generasi muda terkait rencana penyelenggaraan kegiatan semiloka sehari tersebut.

“Kami hanya memfasilitasi pengajuan dari Densus 17 PNCB LMI yang bergerak di perlindungan cagar budaya ini, tentunya saya bangga terhadap generasi muda yang peduli budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Kepala BPNB bahwa Respon ini sangat positif apalagi dihadapkan dengan mengisi kemerdekaan RI ke 72 khususnya dalam pelestarian budaya.

“Apalagi mengangkat nilai budaya dalam rangka pembentukan karakter, banyak hal positif yang akan ditanamkan bagi generasi muda dalam ikut serta dalam mendukung pemerintah dalam pembangunan,” pungkas Manorek.

Adapun kegiatan Semiloka sehari ini rencananya akan diselenggarakan pada Jumat, 18 Agustus 2017 mendatang di Aula Kantor BPNB Manado Wil Sulutenggo, dengan menghadirkan 3 pembicara antara lain Kepala BPNB Manado (Drs Rusli Manorek), Kepala Dinas Kebudayaan Sulut (DR Frederik D Rotinsulu) dan Ketua LMI (Tonaas Wangko Hanny Pantouw, STh). Peserta yang diundang nantinya berasal dari berbagai organisasi masyarakat dan kepemudaan di wilayah Sulawesi Utara.

Baca juga:   Wakili Gubernur, Silangen Terima Kunker Mensos

Kegiatan ini juga diharapkan dapat melakukan diskusi diskusi untuk menerima masukan atau konsep konsep baru dalam pengembangan kebudayaan yang nantinya akan disampaikan dalam rapat pembahasan penyusunan Peraturan Daerah terkait kebudayaan Sulawesi Utara di DPRD Sulut yang sementara ini sedang dalam proses.

“Diharapkan dengan pelaksanaan semiloka ini dapat mengasilkan output terhadap terjaga, terlindungi dan terlestarikanya kebudayaan yang ada di Sulut sekaligus mengisi kemerdekaan RI ke 72 ini,” tutup Manorek.

(Ferdian)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *