Janis Minta Hentikan Perbedaan Pilkada

oleh

TAHUNA – Meski saat ini Kabupaten Kepulauan Sangihe telah resmi memiliki Bupati dan Wakil Bupati periode 2017-2022. Namun sikap arogansi sejumlah pihak yang terus mengangkat gesekan dan pengkotak-kotakan pasca pesta demokrasi masih terus terjadi.

Bahkan ungkapan nyata yang terkesan tendesius dan terus digulirlan lewat media sosial menjadi ancaman serius terhadap persatuan masyarakat Sangihe.

Dimana kemenangan pasangan Jabes E Gaghana SE ME dan Helmud Hontong SE yang menyatu dalam paket Megahagho terus diangkat sejumlah pihak. Padahal Gaghana-Hontong saat ini sudah sah menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sangihe bukan Bupati dan Wakil Bupati pendukung Megahagho.

“Artinya perbedaan dalam demokrasi sudah menyatu ketika output dari pesta demokrasi ini dimenangkan pasangan Megahagho. Kemenangan Megahagho ini merupakan kemenangan semua lapisan masyarakat Sangihe ketika kedua pimpinan daerah ini resmi dilantik. Jadi hentikan berbicara pendukung maupun bukan pendukung tetaplah kita satu yakni Sangihe”,  ujar salah satu tokoh masyarakat Nusa Utara Fentje Janis.

Lebih lanjut mantan personel DPRD Provinsi Sulut ini mengatakan dirinya sangat prihatin dengan berbagai postingan di media sosial yang justru terus membuka lebar perbedaan dalam demokrasi.

IMG-20170813-WA0028

IMG_20170813_191704_147

“Kalau ada yang mengatakan bahwa bukan pendukung Megahagho tidak layak mensukseskan program Gaghana-Hontong saya kira itu pemikiran keliru. Meskipun dalam perhelatan Pilkada lalu sejumlah ASN telah menyatalan pilihannya kepada pasangan calon lain saya kira ini kelemahan kita bersama yang tidak mampu memberikan pengawasan terhadap abdi negara tersebut. Karena baik di pasangan Megahagho maupun MaSi, masing-masing ada ASN yang terlibat,” jelas Janis kembali.

Baca juga:   Sukseskan Program Kampung KB Gaghana Terima Manggala Karya Kencana di Harganas ke XXVI

Janis yang notabene juga menjadi pejuang kemenangan bersama Megahagho meminta semua pihak yang merasa menjadi pejuang Megahagho untuk lebih berpikir kepentingan Sangihe ke depan.

“Biarkan Bupati dan Wakil Bupati bekerja untuk merealisasikan janji kampanye dan menjadikan Sangihe yang lebih baik. Kalau kita sesama pejuang Megahagho hanya memikirkan dendam kesumat dengan pemerintahan yang lalu, kapan daerah ini akan maju. Jadi bijaklah menyikapi semua ini sebab yang namanya pesta demokrasi pasti ada perbedaan, dan saat ada pemenang dal pesta demokrasi maka mari kita bergandengan tangan bersama membangun daerah yang kita cintai bersama ini dengan meleburkan perbedaan tersebut,” tutupnya.

(sam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *