Pendamping Dandes Diduga Jadikan Bendahara Kampung ‘Pembantu’

oleh
Said Banteng.

TAHUNA – Ulah oknum Pendamping Dana Desa (Dandes) Kabupaten Sangihe terhadap sejumlah perangkat kampung yang ada dinilai banyak kalangan diluar kewajaran. Pasalnya sejumlah bendahara kampung diduga dijadikan ‘pembantu’ oleh oknum tersebut.

“Kami sejumlah bendahara diperintahkan datang ke kantor Pendamping Dandes. Tapi di kantor tersebut kami justeru menjadi pesuruh mulai dari membuat kopi hingga cuci piring,” ungkap sejumlah bendahara.

Lebih lanjut mereka menyatakan bahwa apa yang diperintahkan pendamping terpaksa mereka laksanakan.

“Kami secara terpaksa mengikuti perintah pendamping Dandes tingkat kabupaten ini,” jelas mereka kembali.

Menyikapi keluhan sejumlah bendahara kampung ini, srikandi DPRD Sangihe Dewi Makagansa menegaskan kalau sampai laporan perangkat kampung ini benar, maka oknum pendamping Dandes tersebut telah melecehkan aparat kampung.

“Ingat meski hanya memiliki jabatan di tingkat kampung tapi bendahara kampung itu pejabat publik yang juga punya kapasitas. Sehingga pandamping Dandes tidak seenaknya memerintahkan mereka untuk hal-hal sepele apalagi kalau benar dugaan dijadikan seperti pembantu,” tegas Makagansa gusar dengan ulah oknum pendamping Dandes.

Olehnya personel Komisi A DPRD Sangihe ini meminta agar instansi teknis yang terkait dengan keberadaan personel pendamping Dandes ini segera menindak tegas oknumnya

 “Kalau sepak terjang pendamping Dandes seperti ini, maka tidak menutup kemungkinan akan semakin berani melakukan hal-hal lainnya yang ujung-ujungnya menyesatkan perangkat kampung hingga bermuara ke perbuatan melawan hukum,” imbuh Makagansa.

Pendamping Dandes Kabupaten Sangihe Said Banteng ketika dihubungi sejumlah media menyatakan bahwa tidak seperti itu kronologi sebenarnya. Menurutnya dengan keterbatasan tenaga pendamping Dandes yang ada di tingkat kampung maka sebagian bendahara kampung dipanggil ke kantor.

Baca juga:   Terungkap Dalam Rapat Persiapan FPS

“Yah namanya juga kantor, disitu sudah ada berbagai bahan, jadi ketika ada perangkat kampung yang datang diperintahkan untuk buat kopi sendiri,” jelas Banteng sambil menyatakan apa yang diungkapkan sejumlah bendahara tersebut tidak benar.

(sam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *