Ketergantungan Pangan Dari Luar Sangihe Tinggi

oleh
Kadisperindag Sangihe Velma Maheso.

TAHUNA – Ketergantungan pasokkan dari luar daerah masih terus mempengaruhi fluktuasi harga pangan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kondisi harga yang juga sering naik turun tak menentu juga dikarenakan hasil
pertanian di wilayah kepulauan ini tidak mampu memenuhi kebutuhan lokal.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Perindag) Sangihe, Dra Velma Maheso dikonfirmasi wartawan menyatakan selama ini harga pangan, terlebih untuk kebutuhan memasak, bawang rica tomat (Barito), masih sangat tergantung dari beberapa daerah di Sulut, seperti Manado, Minahasa termasuk Gorontalo, sehingga kondisi harga beberapa komoditi tersebut sering berubah seiring dengan hasil panen disejumlah daerah pemasok.

”Salah satu faktor penyebab trrus berfluktuasinya harga pangan di wilayah kepulauan akibat tingginya ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah,” ujar Maheso.

Menekan fluktuasi harga, Maheso me-warnning pedagang jangan melakukan penimbunan stok yang hanya semata untuk keuntungan pribadi.

“Ditengah kenaikan harga kebutuhan akibat pasokan minim baiknya pedagang jangan coba-coba melakukan tindakan spekulasi untuk melakukan penimbunan,” imbuh Maheso sambil menambahkan pihaknya kerap melakukan koordinasi dengan instansi teknis, Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan (DP3K) untuk mencarikan solusi bersama pemenuhan kebutuhan pangan lokal.

Baca juga:   Rompis Loby Anggaran Lanjutan, Progres Pembangunan RSUD Rujukan Capai 52 Persen

(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *