Bupati Sumendap Hadiri Pengukuhan Guru Besar

oleh
Bupati Kabupaten Mitra James Sumendap SH (keempat dari kiri) berfoto bersama para Guru Besar.

MANADO – Bupati James Sumendap SH menghadiri sidang terbuka Senat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dalam acara Pengukuhan Guru Besar/Profesor di Auditorium Unsrat, Kamis (03/08/2017).

Acara dimulai sejak pukul 08.30 Wita hingga selesai. Beberapa tamu berdatangan dan mengisi buku tamu. Banyak terlihat papan ucapan selamat dan sukses dari depan pintu masuk Gedung Auditorium.

Diantaranya pengukuhan atas nama Prof DR Zetly Estefanus Tamod SP MSi yang juga sebagai staf khusus Bupati Mitra di bidang pemerintahan.

Bupati Sumendap mengapresiasi prestasi yang diraih di bidang akademik bagi putra Minahasa Tenggara. Apalagi di usia yang masih muda sudah menunjukkan prestasinya sebagai Guru Besar/Profesor di bidang Pertanian.

“Ini prestasi yang luar biasa yang harus diapresiasi, apalagi Prof Zetly Tamod merupakan asli dari Touluaan, Minahasa Tenggara yang pertama meraih Gelar Profesor,” ujarnya.

Sumendap berharap, ada orang Minahasa yang berkiprah di Unsrat Manado maupun di Unima di Tondano yang akan mengikuti jejak Prof Tamod.

Baca juga:   Rayakan Ultah Dekan FEB Unsrat Yang ke-59

Sementara itu, Prof DR Zetly Estefanus Tamod SP MSi usai pengukuhan menyampaikan, rasa syukur kepada Tuhan, karena bisa melewati semua ini dan ini adalah suatu anugerah terindah.

“Apa yang diraih ini merupakan anugerah terindah dari Tuhan bagi saya dan keluarga,” ujarnya.

Dia berharap, bagi pemerintah sekarang, mari sama-sama implementasikan undang-undang terkait dengan tanah dan konservasi air, karena kalau pemerintah daerah implementasikan itu, dengan cepat dijabarkan melalui Perda.

“Mulai dari tingkat Provinsi sampai pada tingkat Kabupaten/Kota, konservasi tanah dan air itu sangat penting, sehingga di Sulawesi Utara lahan kritis bisa kita atasi dan bisa menjawab apa yang didarapkan oleh pemerintah pada tahun 2030 nanti. Yaitu bisa pada posisi keseimbangan lahan kritis dan lahan yang tidak kritis,” kata Prof Zetly.

Disamping itu, sebagai guru besar yang paling muda, saya juga berusaha menyesuaikan diri dengan para senior.

Baca juga:   Difasilitasi Unsrat, Pameran Peluang Bea Siswa ke Uni Eropa

“Selama berdirinya, jurusan ilmu tanah, saya adalah profesor yang kedua,” ucap guru besar yang baru saja dikukuhkan.

(Yunita)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *