Bart Assa: 24 M Bangun Pasar Pinasungkulan Baru

oleh

MANADO- Pasar Pinasungkulan Karombasan baru akan memasuki era baru. Selama 5 bulan kedepan, Pasar Pinasungkulan bakal dipercantik dan didandani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Selasa, (25/7/2017) siang, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Walikota Manado Dr Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, pekerjaan Revitalisasi dan Pembangunan Pasar Pinasungkulan resmi dimulai.

Walikota Manado berharap pembangunan dan Revitalisasi Pasar Pinasungkulan ini bisa terselesaikan sebelum Natal 2017, agar bisa mengatasi lonjakan pengunjung pasar yang akan merayakan hari besar.

Dengan anggaran patungan dari DPUPR senilai 14, 7 M dan Disperindag senilai 9,3 M, dipastikan proyek pembangunan Pasar Pinasungkulan segera terlaksana.

Gambar denah pembangunan Pasar Pinasungkulan.
Gambar denah pembangunan Pasar Pinasungkulan.

Dinas PUPR yang dipercayakan Walikota GSVL untuk mengawal proyek pembangunan yang berbandrol 24 M, telah melaporkan kesiapan dalam pelaksanaan pembangunan dan revitalisasi Pasar Karombasan.

Kepala Dinas PUPR Peter KB Assa ST MSc PhD dalam penyampaian laporan didepan Walikota Manado mengatakan proses perencanaan kegiatan pembangunan revitalisasi Pasar Pinasungkulan segalanya telah beres.

“Proyek akan dimulai dari pembuatan talud yang akan menopang dinding sungai, pembuatan jalan selebar 10 m dari sungai, pembangunan hanggar, renovasi bangunan bekas kebakaran, pembuatan meja untuk penjual serta kios kios dan lainnya,” jelas Kadis yang biasa disapa Pak Barce.

Lanjutnya, saya juga secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Dirut PD Pasar Manado, Fery Keintjem SE Ak yang telah membantu dalam menata lokasi berjualan para pedagang sehingga tak menghambat proses berlangsungnya pekerjaan pembangunan.

“Mulai besok (26/7/2017) akan dimulai dengan pematangan tanah dan pembersihan, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan talud dan normalisasi sungai. Pekerjaan ini dijadwalkan dapat diselesaikan selama 30 hari,” urai Kadis PUPR.

Dan setelah itu, secara simultan ketika pekerjaan talud sudah selesai, para pedagang direlokasi kembali ke jalan tepi sungai ini, sambil dilakukan pembongkaran lapak pedagang di daerah ikan dan daging untuk menghemat waktu.

“Jadi setelah jalan selesai, akan dilanjutkan dengan pembangunan hanggar dan pelengkap pasar lainnya di daerah pedagang ikan dan daging,” tambahnya.

Barce mengakui ada sedikit masalah yang ditemui dalam pembangunan ini, yakni adanya bangunan yang milik Koperasi yang menurut info sampai saat ini masih bermasalah hukum, jadi untuk daerah itu akan tetap dilanjutkan pembangunan di bagian atap, akan tetapi bangunannya belum akan dibongkar menunggu kepastian hukum dari pihak berwajib, kemudian akan kami ratakan untuk dibangun meja meja untuk berdagang dan kios kios.

Baca juga:   Pra Rakorda Tingkatkan Program KKBPK di Sulut

Barce juga mengimbau bagi pedagang yang mempunyai kios kios yang pada saatnya nanti mendapat giliran untuk dibongkar agar bisa bekerjasama dengan membongkar bangunan kiosnya sendiri.

“Kami akan berkordinasi dengan pihak PD Pasar dan Disperindag untuk memfasilitasi para pedagang agar dapat berelokasi secara tertib, dan kami berjanji tak akan mengganggu aktifitas berjualan, dan pedagang tak akan merasa terganggu dengan aktifitas pembangunan ini,” katanya.

(Budi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.