Keintjem: Dirops Tak Bekerja, Pengawasan Berkurang, Pendapatan Turun, Gaji Telat Dibayar

oleh
Fery Keintjem.

MANADO- Adanya penurunan pendapatan PD Pasar Manado pada periode Juni 2017 mengakibatkan adanya keterlambatan dalam pembayaran gaji di PD Pasar Manado.

Hal ini terungkap pada rapat bersama Jajaran pimpinan PD Pasar Manado dengan sekira 150 penagih dan penertib dari 5 pasar di Manado (Pasar Bersehati, Pasar Pinasungkulan, Pasar Tuminting, Pasar Paal Dua dan Shooping Center), Sabtu (22/7/2017) sore kemarin.

Dirut Keintjem saat menyampaikan laporan pendapatan PD Pasar didepan rapat, mengungkapkan adanya penurunan pendapatan di periode Juni 2017 karena disebabkan menurunnya kinerja para penagih dan penertib di pasar.

” Ada penurunan jumlah pendapatan di Bulan Juni, dari yang biasanya di angka 1,5 M turun jadi 1,2 M. Penurunan nilai pendapatan yang cukup besar ini (300 Juta) disebabkan karena turunnya kinerja dari para penagih dan penertib, karena tak adanya pengawasan dari pejabat yang berwenang yakni Direktur Operasi RAS Didi Sjafei,” jelas Dirut Fery Keintjem.

Seringnya Dirops Didi Sjafei absen dari kegiatan pasar yang menjadi tanggungjawabnya, berimbas pada kurangnya pengawasan pada kinerja penagih dan penertib yang berakibat fatal pada penurunan pendapatan. Tak cukup sampai disitu saja, adanya kebocoran pada retribusi harian dan tak adanya pengawasan dalam kebersihan serta masalah sampah di pasar yang juga notabene jadi tupoksi Dirops, memperpanjang daftar kelalaian Sjafei, ujar Keintjem.

” Kami tak akan menyerah dan lari dari tanggungjawab ini. Ini sudah menjadi kesepakatan saya dan Direktur Umum Hendra Zoenardjy (Henzoe) untuk mengatasi permasalahan ini,” tegas Keintjem.

Adanya ketimpangan dalam operasional di PD Pasar, dimana adanya kesengajaan pembiaran pada operasional pasar oleh Dirops Sjafei, menyebabkan Dirut Fery Keintjem dan Dirum Henzoe harus mengambil alih tugas yang seharusnya jadi tanggungjawab Dirops.

“Kami telah melayangkan dua kali Surat Peringatan (SP) kepada Dirops Didi Sjafei. Hal ini disebabkan karena sering melalaikan tanggungjawab (sering absen) serta pelanggaran etika sebagai Direksi dengan ucapannya yang provokatif,” beber Keintjem.

Sementara itu, dalam waktu dekat ini, pimpinan Direksi akan segera mengirimkan juga SP untuk Direktur Pengembangan Tommy Sumelung (Tomsu) karena keseringan meninggalkan pekerjaan (absen).

Baca juga:   Denwa LMI Resmi di Lantik. Ngantung: Terima kasih Tonaas Wangko Hanny Pantow

“Kami akan segera melayangkan surat peringatan pertama untuk Dirbang Tomsu. Dan tentu saja SP ini ada tembusannya ke Badan Pengawas (Banwas) PD Pasar,” tutup Dirut Fery Keintjem.

(Budi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *