Gubernur Olly Lantik Kepsek SMA/SMK/SLB Negeri se-Sulut

oleh
Pelantikan Kepala Sekolah SMA,SMK dan SLB se Sulut

MANADO- Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey di didampingi Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, Gemmy Kawatu secara resmi melantik 204 Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB Se-Provinsi Sulut, Rabu (12/07/2017) kemarin di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado.

Dalam sambutannya Gunernur Olly mengatakan, para Kepala Sekolah (Kepsek) harus cepat beradaptasi dan mampu melakukan pengelolaan aset dengan baik.

“Karena banyak hal yang menjadi persoalan, ada banyak kepsek tidak mau peduli masalah aset, dan dengan ini aset yang menjadi tanggung jawab kepsek haruslah dikelola dengan sebaik-baiknya,” tegas Dondokambey.

Lanjut Gubernur, Dana Alokasi Khusus (DAK) secepatnya dipacu jangan terlambat dan Kepala Dinas harus segera menindaklanjuti.

Ajaran baru akan dicanangkan di Sulut, yakni pintar berhitung dimana semua siswa harus cerdas baik tingkat SD, SMP dan SMA/SMK.

Ditambahkan, siswa jangan dipaksakan naik kelas yang pada akhirnya siswa tersebut menjadi bodoh.

“Dan ini menjadi tugas dan tanggung jawab yang berat sebagai seorang guru. Jikalau ada yang belum berkesempatan dilantik, jangan patah semangat karna akan ada waktunya, maka diharapkan bekerjalah dengan baik dan tekun,” ujar Olly

Olly juga berharap, semua Kepsek harus menjadi contoh teladan bagi para guru dan siswa dan berikan tanggung jawab yang betul-betul berjalan dengan baik, juga berikan pengembangan terbaik sekolah.

Baca juga:   Dirut RSUP Kandou Bentuk Clinical Research Unit, Akomodir Peneliti FK Unsrat

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut Gemmy Kawatu mengatakan, yang belum dilantik akan dilantik oleh Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandow beberapa hari kedepan ini, karena dari Talaud terlambat kapal.

“Untuk Dana Alokasi Khusus, ada 130 SMA dengan anggaran 200 jutaan per sekolah dan ada 30 SMK dengan anggaran 1,2 Milyar. Kesemua sekolah yersebut akan menerima dana bantuan. Ikuti semua aturan yang ditetapkan, dan jangan sampai ada penyalahgunaan dana,” tutup Kadis.

(Yunita)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *