Penertiban Lapak Pedagang Pasar. Keintjem: Ini Program PD Pasar, Bukan Perintah Walikota

oleh
Jajaran PD Pasar saat melakukakan Konperensi Pers yang dipimpin Dirut Ferry Keintjem.

MANADO- Penertiban 14 lapak pedagang Barito (Bawang, Rica dan Tomat) atau yang dikenal dengan sebutan Kelompok 14, Jumat (7/7/2017) dan 8 lapak pedagang Barito atau Kelompok 8, Sabtu (8/7/2017) telah selesai dilakukan. Ke-22 orang pedagang Barito tersebut telah direlokasikan ketempat yang lebih representatif di area hanggar.

Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado dalam menjelaskan soal program penertiban dan relokasi lapak pedagang ke area hanggar, Senin (10/7/2017) mengundang sejumlah insan pers, baik media cetak, online dan elektronik untuk mengadakan konperensi pers (Konpers) di Kantor PD Pasar Manado, Kompleks Pasar Orde Baru Paal 2 Manado.

Dalam penjelasannya saat konpers, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Manado Ferry Keintjem SE mengatakan, penertiban dan relokasi lapak pedagang merupakan program PD Pasar dalam merevitalisasi Pasar Tradisional, dan bukan karena perintah dari Walikota Mamado Dr Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA yang adalah Owner dari PD Pasar Manado.

“Pembangunan infrastruktur dan relokasi tempat berjual pedagang adalah program PD Pasar dalam merivitalisasi Pasar Modern. Tak betul ada perintah langsung dari Walikota untuk merelokasi ke 22 pedagang Barito ke area hanggar. Sekali lagi, ini adalah program dari PD Pasar Manado,” tegas Dirut Keintjem.

Adanya isu yang berkembang di Pasar Bersehati terkait relokasi 22 pedagang karena ada perintah dari Walikota Manado langsung ditepis Dirut Ferry Keintjem dengan membeberkan sejumlah program PD Pasar Manado. “Isu itu tak benar, dan sengaja dibuat oleh sejumlah oknum yang tak ingin adanya perbaikan di Pasar Tradisional. Mereka ingin Pasar Tradisional tetap seperti dahulu dan memungkinkan untuk melanjutkan praktek praktek pungli yang selama ini dilakukan,” jelasnya.

Baca juga:   Presiden Jokowi Salami Peserta Kongres XX GMNI dengan Ramah

Keintjem pun membeberkan sejumlah program dalam penataan pasar tradisional, seperti penataan pedagang berdasarkan jenis dagangannya, perbaikan infrastruktur jalan pasar dan penyediaan lahan parkir kendaraan yang representatif, penertiban administrasi bagi pedagang Pasar Bersehati serta beberapa rencana pembangunan infrastruktur di Pasar Bersehati.

Bukan hanya Pasar Bersehati, Dirut Keintjem juga membeberkan sejumlah rencana PD Pasar untuk merevitalisasi Pasar Karombasan.

Diakhir Konpers, tak lupa Dirut Keintjem membeberkan sejumlah keberhasilan yang telah diraih PD Pasar dalam menata Pasar tradisional seperti perbaikan infrastruktur jalan, lahan parkir , lampu penerangan, kebersihan dan penyediaan hanggar bagi pedagang.

Dan untuk penataan manajemen di tubuh PD Pasar juga seperti, program BPJS kesehatan untuk sekira 1500 anggota (karyawan dan keluarganya), pembayaran gaji tepat waktu, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan pembayaran kewajiban pinjaman di Bank dan setoran cicilan kendaraan operasional PD Pasar Manado.

Baca juga:   Jadi Prioritas di APBD 2021, Wali Kota GSVL Jamin Kesehatan Gratis untuk Warga Manado

(Budi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *