Bersikap Kooperatif, Kelompok 8 Bongkar Sendiri Lapak Jualannya

oleh
Sikap kooperatif ditunjukkan oleh pedagang kelompok 8 yang membongkar sendiri lapak jualannya untuk berpindah berjualan ke area hanggar.

MANADO – Program revitalisasi pasar tradisional oleh PD Pasar Manado masih berlanjut. Kali ini penertiban tempat berjualan dilakukan kepada 8 pedagang barito atau yg dikenal dengan kelompok 8, Sabtu (8/7/2017).

Tak seperti penertiban kelompok 14 pedagang barito, Jumat (07/07/2017) kemarin, rencana penertiban 8 pedagang barito yang sedianya dilakukan Sabtu (08/07/2017) pukul 13.00 Wita tidak jadi dilakukan.

“Pedagang kelompok 8 ini sudah datang ke kantor siang tadi. Mereka berkomitmen membongkar sendiri lapaknya sore ini. Kita berikan waktu hingga pukul 18.00 Wita,” jelas Direktur Umum, Hendra Zoenardji.

Menurut Hendra, selama ini pihak PD Pasar selalu mengutamakan cara persuasif dan tetap menghormati pedagang. “Bagi pedagang yang kooperatif, dan berkomitmen, kita hormati,” ungkap Hendra lagi.

Surat Pernyataan Kelompok 8 untuk membongkar sendiri lapaknya.
Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar, Fery Keintjem, SE, Ak dikonfirmasi Fajarmanado melalui telephonnya mengakui telah menyetujui permohonan Kelompok 8.

“Tadi saya di informasikan oleh Direktur Umum, dan saya menyetujui permohonan mereka. Informasi terbaru tadi, Kelompok 8 sudah membongkar lapak jualannya sendiri,” jelas Keintjem yang mengaku baru tiba di Manado.

Selanjutnya, Keintjem mengatakan akan terus melakukan pembenahan dan penataan di pasar Bersehati dan pasar tradisional lainnya.

Baca juga:   Pra Rakorda Tingkatkan Program KKBPK di Sulut

“Hari Senin nanti kita terus lakukan penataan. Pemkot Manado sudah menyediakan tempat berjualan yang representatif di pasar Bersehati. Jadi yang berjualan di tempat yang tidak semestinya, akan kita tertibkan,” kunci Keintjem.

Sehari sebelumnya, PD Pasar juga menertibkan Kelompok 14 yang berjualan ditempat yang dilarang.

Sempat terjadi perlawanan kecil dari pihak pedagang, namun akhirnya ke 14 pedagang barito ini berhasil dipindahkan ke lokasi hanggar yang baru.

(Budi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *