Tak Rela Institusi Mereka “Diobok-Obok”, Karyawan PD Pasar “Curhat” Depan Gedung Dekot

oleh
Anggota Dekot Manado Reynaldo Heydemans saat mendengarkan surat curahan suara hati karyawan PD Pasar Manado.

MANADO- Polemik yang berkepanjangan antara Pihak PD Pasar Manado dan Pihak Pedagang Pasar yang berselisih paham terkait penentuan tarif harga sewa dan retribusi tempat usaha, serta disinyalir adanya sejumlah pihak yang ikut campur ‘masuk’ dalam persoalan ini, mulai membuat gerah karyawan PD Pasar.

Puncaknya, Rabu (24/5/2017) kemarin, hampir bersamaan dengan aksi damai dari organisasi Serikat Pekerja Nasional (SPN) Sulawesi Utara, didepan Gedung DPRD Kota Manado, seorang karyawan PD Pasar Manado membacakan surat ‘Curahan Suara Hati Karyawan PD Pasar Manado’.

Dalam isi surat yang dibacakan tersebut, para karyawan PD Pasar menolak tegas adanya pihak yang ikut masuk campur dalam persoalan ini. Ada beberapa poin yang disampaikan yang mengungkapkan perasaan hati mereka, seperti:

  • Menolak upaya propaganda dan provokasi yang merusak nama baik PD Pasar Manado.
  • Menolak campur tangan pihak luar yang tidak tahu menahu soal PD Pasar,
  • Meminta pihak internal dan eksternal PD Pasar segera menghentikan aksi yang memecah belah persatuan ditubuh PD Pasar Manado.
  • Meminta untuk dihentikan tindakan yang ‘mengobok-obok’ Institusi PD Pasar Manado, sebab ada sekitar 1500 an jiwa yang bergantung hidupnya pada PD Pasar Manado.
  • Kami juga mendukung kepemimpinan Direktur Utama PD Pasar Manado Ferry Keintjem, yang kami nilai telah memberikan kemajuan besar bagi PD Pasar Manado, seperti mengikutkan karyawan pada Jaminan Kesehatan yang mengcover sampai 1200 an jiwa karyawan beserta keluarganya, adanya pemberian insentif yang sesuai dengan kinerja dengan cara yang adil, memberikan pembayaran gaji tepat pada waktunya dan jauh berbeda dengan kepemimimpinan yang lalu lalu dimana pembayaran gaji pernah tertunda 3-4 bulan lamanya, adanya pembayaran uang lembur bagi karyawan yang bertugas diluar jam kerjanya dan memberantas ‘mafia pasar’ yang melakukan praktek pungli dan perbuatan yang melanggar hukum.
  • Kami juga meminta Walikota Manado Dr Ir GS Vicky Lumentut, SH MSi DEA, untuk memberikan kewenangan penuh kepada Dirut Ferry Keintjem dalam menata dan mengelolah PD Pasar Manado.
“Hal ini kami sampaikan karena kami tak ingin tempat kami mencari nafkah dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami diobok-obok. Kami juga pasti tak akan terima jika pimpinan kami difitnah dan dijelek jelekkan,” ujar seorang karyawan yang tak ingin disebut namanya.

Lanjutnya, kami (karywan PD Pasar) selama ini berdiam diri dan bersabar menunggu hasil dari perbedaan pendapat ini. Kami menghormati pihak legislatif dan pihak eksekutif yang sedang mempelajari masalah ini.

“Akan tetapi, dengan adanya hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Senin (22/5/2017) lalu dengan komisi B DPRD Manado dan wakil eksekutif, yakni Asisten 1 Micler Lakat SH MH dan Kabaghukum Setdakot Manado Yanti Putri SH MH yang juga mantan jaksa ini, yang menjelaskan bahwa operasional yang dijalankan Direksi PD Pasar saat ini tak menyalahi aturan, dan dasar hukum yang menjadi acuan dalam menjalankan operasional sudah betul, makanya kami bereaksi membela institusi dan pimpinan kami,” tegasnya.

Untuk diketahui, Surat Curahan Hati Karwan PD Pasar ini dibacakan di depan dua orang anggota Dekot Manado, yakni Reynaldo Heydemans dan Christiana Pusung.

Baca juga:   Serahkan LKPD 2016 ke BPK, Pemkot Manado Kejar WTP

(Budi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *