Peringati Harkitnas Di Minut, Irianto Jadi Irup

oleh
Kapolres Minut Eko Irianto menjadi Irup dalam Upacara Harkitnas di Minut.

Perayaan hari ulang tahun ini, mengambil Tema ‘pemerataan pembangunan Indonesia yang berkeadilan sebagai wujud kebangkitan Nasional’

Upacara yang dipimpin Kapolres Minut AKBP Eko Irianto SIP, dihadiri Bupati Vonnie A. Panambunan yang diikuti oleh Forkopimda dan seluruh ASN, anggota TNI/Polri serta siswa/siswi sekolah yang ada di Minut.

Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Kapolres membacakan pidato dari Kementerian komunikasi yang mengatakan, semangat Kebangkitan Nasional tidak pernah memudar, namun justru semakin menunjukan urgensinya bagi kehidupan berbangsa. Padahal semangat itu sudah tercetus setidaknya 109 tahun yang lalu, ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo, namun sampai sekarang tetap sangat ampuh menyatukan dan menyemangati gerak kita sebagai bangsa.

“Bagi kita, Kebangkitan Nasional hanya akan berarti jika tidak ada satu anak bangsa pun yang tercecer dari gerbong kebangkitan tersebut. Sehingga biarlah tema tersebut sebagai pesan yang tepat dan seyogyanya tidak hanya tertanam di dalam hati, namun juga segera diwujudkan melalui strategi, kebijakan, dan implementasi dalam pelayanan kita kepada masyarakat dan bangsa,” kata Irianto.

Baca juga:   Terseret Kasus Sekdes Fiktif, Mantan Kepala BPMPD Minut Ditahan Kejari

Dilanjutkannya, pemerintah terus berupaya meningkatkan aspek pemerataan pembangunan di segala sektor. Diantaranya sektor kelistrikan, misalnya pembangunan ketenagalistrikan di 2.500 desa yang belum mendapat aliran listrik.

Pada saat yang sama, kebijakan pemerataan dilakukan melalui subsidi listrik yang difokuskan kepada masyarakat menengah kebawah, sehingga bisa dilakukan relokasi subsidi listrik, diahlikan untuk menunjang sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Pemerintah juga memandang bahwa pembangunan infrastruktur di perlukan untuk meningkatkan pemerataan ekonomi dan meningkatkan keadilan bagi seluruh rakyat indonesia, termasuk juga salah satunya infrastuktur jalan raya.

Baru-baru ini bapak presiden berkenan menjajal langsung jalan trans-papua yang sudah hampir selesai dibangun.

Dari 4.300 kilometer jalan raya trans-papua, 3.800 kilometer di antaranya telah dibuka.

Ditambahkannya, dalam bidang agraria, juga telah di luncurkan kebijakan pemerataan ekonomi (KPE) yang bertumpu pada tiga pilar yaitu lahan, kesepakatan dan sumber daya manusia.

Baca juga:   VAP Didaulat Penerima Penyamatan Tanda Peserta PIM

Kebijakan ini bertitik berat pada proses alokasi dan konsolidasi kepemilikan, penguasaan/akses, dan penggunaan lahan, yang dilaksanakan melalui tanah objek reforma agraria (tora) dan perhutanan sosial.

Melalui program reformasi agraria ini, pemerintah mengalokasikan kepemilikan lahan tora dan pemberian legalitas akses perhutanan sosial kepada masyarakat bawah.

Ditambahkannya lagi, dengan inovasi digital, mungkin kita dihadapkan pada kejutan-kejutan dan tata cara baru dalam berhimpun dan berkreasi.

“Semoga kita semua bisa meniti ombak besar perubahan digital dengan selamat dan sentosa dan berbuah manis bagi orientasi pelayanan kepada masyarakat. Hanya dengan semangat untuk tidak meninggalkan satu orang pun tercecer dalam gerbong pembangunan maka negara kesatuanrepublik indonesia ini akan tetap jaya,” katanya, seraya mengatakan, selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-109.

(Marvil Kembuan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *