Ratusan Tower Tak Memiliki Izin. Kontu: Tim Terpadu Bakal Turlap

oleh
Erwin Kontu.

MANADO – Berdirinya ratusan menara pemancar (Tower) milik perusahaan provider telekomunikasi selular di Kota Manado, diduga tak mengantongi izin. Dikarenakan hal tersebut, disinyalir ada kerugian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Miliaran rupiah yang dialami Pemkot Manado.

Terkait hal ini, Pelaksana tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Plt. Kadiskominfo) kota Manado, Erwin Kontu, SH mengatakan akan melakukan penertiban keberadaan menara/tower seluler tak berizin.

“Kami akan turun kelapangan untuk mengadakan penindakan terhadap keberadaan tower yang belum mengantongi ijin. Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) akan bersinergi dengan Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) selaku pemberi ijin dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selaku pengawal peraturan daerah (Perda),” jelas Kontu.

Padahal lanjutnya, Kami sudah mengirimkan surat peringatan ke masing-masing perusahaan pengelola menara/tower milik provider telekomunikasi seluler sebulan yang lalu. Dan sampai saat ini kami masih menunggu tindaklanjut dari pihak pengelola, ucapnya.

Baca juga: Ratusan Tower Beroperasi Tanpa Ijin, Diskominfo Manado Kirim Surat Peringatan

“Ada 9 perusahaan yang mengelola menara milik provider ini. Kita imbau agar mereka memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Perda Manado No. 1 tahun 2014 Pasal 76 poin 4 tentang  Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Manado mengenai Jaringan bergerak seluler (Menara Telekomunikasi). Kami sudah mengirimkan surat peringatan ke masing-masing perusahaan pengelola menara/tower milik provider telekomunikasi seluler,” jelas Kontu di ruang kerjanya, Jumat (12/05/2017) siang tadi.

Baca juga:   Seorang Pria Beristeri Tega Menghabisi Nyawa Selingkuhannya di Rumah Kost Tingkulu

Selanjutnya kita akan berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) kota Manado untuk data-data menara/tower seluler yang sudah berizin maupun yang belum, atau yang belum memperpanjang izinnya, katanya.

“Pihak Pemkot Manado sudah memperingatkan pihak pengelola, bila tidak mengindahkan imbauan dan peringatan ini, maka akan kita tertibkan dengan membongkarnya,” tegas Kontu.

Dari data yang kita miliki, saat ini di kota Manado ada 401 BTS eksisting yang terpasang pada 320 menara. Kurun waktu 2 tahun ini, 2014-2016, ada penambahan 107 menara, terang Kontu.

“Hasil plotting menara dan BTS yang kita lakukan, prosentase terbesar terletak di Kecamatan Wenang dengan 45 menara dan 60 BTS, selebihnya di Kecamatan lain secara tidak merata,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PM PTSP, Bismark Lumentut, SE melalui Kepala bidang Perencanaan penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Pembangunan dan Lingkungan Hidup Naomi Ruru dan Kepala Seksi Pengelolaan Data dan Informasi Christian Sumilat saat dikonfirmasi
terkait data menara yang memiliki izin, mengungkapkan, baru 169 menara yang terdata di Dinas PMPTSP.

“Saat ini, kurun waktu 2014-2016, ada 169 menara yang terdata di DPM PTSP. Kalau berdasarkan data Diskominfo, berarti selebihnya tidak memiliki izin,” ujar Naomi.

Ditambahkannya, jadi surat teguran yang dikirimkan Diskominfo bulan April lalu belum ditanggapi oleh pihak pengelola tower, karena data yang diberikan kami sebulan yang lalu masih sama dengan data yang ada saat ini.

Baca juga:   DLH Manado Terus Giatkan Pengelolaan Sampah Lewat Bank Sampah

Dari data yang dimiliki Diskominfo dan DPM PTSP, berarti ada 151 menara telekomunikasi tak berizin yang berdiri di kota Manado. Jumlah ini menghilangkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) kota Manado berkisar miliaran rupiah.

(budi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *