Tim Zebra ‘Mandul’, Trotoar ‘Dirampas’ Lagi dari Pejalan Kaki

oleh
Parkir liar depan KFC mulai mengganggu pejalan kaki.

MANADO- Trotoar dikhususkan untuk pejalan kaki. Akan tetapi trotoar pemanfaatannya kini telah beralih fungsi menjadi lahan parkir liar. Adanya parkir liar yang memanfaatkan trotoar sebagai lahan parkir pada akhirnya merampas hak pejalan kaki.

Padahal, Dinas Perhubungan (Dishub) lewat “Tim Zebra” nya pernah berjaya memberangus kegiatan parkir liar diatas trotoar ini beberapa waktu lalu. Tim yang terkenal dengan spesialis gembosin roda kendaraan dan menyita pentil roda, jadi momok bagi pengguna parkir liar. Namun sayang, Tim khusus bentukan Dishub ini sudah tak tajam lagi tajinya alias mandul.

Untuk diketahui, diawal pembentukannya di bulan Januari, Tim Zebra yang terdiri dari gabungan anggota Dishub, anggota Kepolisian dan Satpol PP begitu giat membersihkan trotoar dari praktek parkir liar yang memanfaatkan trotoar sebagai tempat usaha. Dan hampir setiap hari dipastikan ada tontonan pengendara motor yang berjalan kaki mendorong sepeda motornya mencari tempat tambal ban akibat motornya “dijenguk” Tim Zebra saat sedang parkir diatas trotoar. Akan tetapi, selang hampir sebulan terakhir ini, Tim Zebra sudah tak diketahui rimbanya.

Baca juga:   Walikota GSVL: Hak Anak Harus Dilindungi dan Dijaga

Keresahan pejalan kaki dikarenakan haknya atas trotoar telah dirampas parkir liar kini mulai nampak, dan sangat menyayangkan pihak Dishub yang terkesan cuek dan sengaja membiarkan praktek parkir liar ini berlangsung kembali.

” Trotoar kan haknya pejalan kaki? Kenapa sekarang jadi milik tukang parkir. Kalau trotoar dipakai untuk parkir kendaraan, apakah kami harus berjalan atau menunggu angkot di jalan? Itu sangat beresiko terjadinya kecelakaan, apalagi ditambah dengan lalu lintas di Manado yang semakin awut-awutan,” ujar Rinny warga Karombasan saat ditemui di depan pintu masuk parkir RS Siloam.

Lanjutnya, padahal beberapa waktu yang lalu, trotoar depan RS Siloam sudah sangat nyaman buat pejalan kaki. Parkir liar yang biasanya mengganggu pejalan kaki sudah mulai ditertibkan. Pejalan kaki bisa menunggu angkot diatas trotoar dan jauh dari resiko terjadinya kecelakaan.

“Tapi sekarang, dimana pihak Dishub yang awalnya sangat gencar membersihkan parkir liar depan sini (RS Siloam). Sepertinya cuek dan sengaja membiarkan praktek ini berlangsung. Atau mungkin ada main mata antara tukang parkir liar dengan oknum petugas Dishub,” ujar wanita cantik ini yang berprofesi sebagai perawat pada salah satu Rumah Sakit ternama di Kota Manado.

Baca juga:   Walikota GSVL Kukuhkan 50 Anggota Paskibraka Manado

(ebs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *