Mantapkan 3 Zero, Sulut Tanggulangi HIV/AIDS

oleh
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat  Setda Provinsi Sulawesi Utara dr. Kartika Devi Tanos, MARS menghadiri Rapat Koordinasi Pemantapan Program Penanggulangan HIV/AIDS dan Narkoba

SULUT-  Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat  Setda Provinsi Sulawesi Utara dr. Kartika Devi Tanos, MARS  yang mewakili Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara Edwin Silangen, SE, MS menghadiri Rapat Koordinasi Pemantapan Program Penanggulangan HIV/AIDS dan Narkoba, di Ruangan WOC Kantor Gubernur Sulut, Jumat (16/3/2017).

Dalam penyampaiannya, Kartika yang juga adalah Wakil Ketua TP-PKK Sulut menjelaskan tentang bahayanya penyebaran HIV/AIDS dan akibat yang ditimbulkannya.

“HIV/AIDS telah menjadi salah satu wabah penyakit paling mematikan dalam sejarah umat manusia, karena dampak penyakit ini juga tidak hanya di sisi kesehatan namun juga mempunyai implikasi sosial, ekonomi, etnis agama dan hukum, bahkan cepat atau lambat akan menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia,” terangnya.

Hal yang sama berlaku bagi peredaran penyalahgunan Narkoba, khususnya di Sulut peningkatan jumlah penyalahguna telah menjadikan Sulut masuk daerah dengan kategori mengkhawatirkan dan berada pada peringkat ke-lima pengguna Narkoba di indonesia.

Baca juga:   MKJP Sulut Terbaik ke-2 Nasional, Modal Penuhi Target Pro PN 2019

Maka dari itu Pemerintah Sulawesi Utara melalui Biro Kesejahteraan Rakyat sudah memiliki Strategi dan Rencana dalam penanggulangan HIV/AIDS diantaranya melakukan percepatan pencapaian 3 zero yaitu Zero infeksi baru, Zero kematian terkait AIDS dan Zero Stigma dan diskriminasi melalui pencegahan penularan HIV, meningkatkan segera akses pengobatan HIV, meningkatkan retensi pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup ODHA, mitigasi dampak sosial ekonomi epidemi HIV pada individu, keluarga dan masyarakat untuk menjaga produktifitas dan sumber daya manusia Indonesia.

Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Prov. Sulut Brigjen Pol Drs. Carles H. Ngili, MH bahwa harus lebih ditambah lagi kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terlebih kabupaten kota tentang bahaya dari Narkoba dan obat-obat terlarang yang berdampak negatif bagi perkembangan generasi muda.

(franco)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *